Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok HAM: Prancis Setujui 35 Item Penjualan Peralatan Militer ke Zionis Israel

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:51 WIB

24 Views ㅤ

Persenjataan pendudukan Zionis Israel (Quds Press)

Paris, MINA – Prancis menyetujui 35 item penjualan baru peralatan militer kepada Zionis Israel antara Mei dan September 2026, menurut investigasi terbaru Palestinian Youth Movement dan kelompok Prancis Urgence Palestine yang dirilis di tengah kampanye nasional menentang ekspor senjata Prancis ke Israel.

Investigasi tersebut mendokumentasikan pengiriman sejumlah peralatan dari perusahaan Prancis kepada militer Zionis Israel, termasuk sistem pendingin untuk tank dan peluncur rudal, pelindung kaca helm bagi pilot helikopter dan pesawat tempur, konektor serta peralatan elektronik, dan sistem pengawasan, Middle East Eye melaporkan pada Jumat (2/10).

Para peneliti mengidentifikasi empat pemasok baru. Dari 35 pengiriman tersebut, 33 di antaranya melewati Bandara Charles de Gaulle (CDG) di Paris, sementara 32 pengiriman diangkut oleh maskapai nasional Zionis Israel, El Al.

Temuan terbaru itu merupakan lanjutan investigasi bersama yang dipublikasikan kedua organisasi pada April 2026.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Laporan sebelumnya menyebut lebih dari 525 pengiriman peralatan untuk keperluan militer telah diekspor dari Prancis ke Zionis Israel antara Oktober 2023 dan Maret 2026.

Laporan April juga mendokumentasikan 117 penerbangan yang membawa komponen pesawat tempur F-35 dari Bandara Charles de Gaulle menuju Zionis Israel.

Investigasi terbaru menyebut seluruh pengiriman yang ditelusuri tersebut ditujukan kepada anak perusahaan Elbit Systems, salah satu perusahaan utama dalam industri persenjataan Zionis Israel.

Peralatan tersebut diproduksi oleh perusahaan Prancis di lima wilayah berbeda, termasuk Thales yang memproduksi dan mengekspor panel kendali untuk mengoperasikan persenjataan dari jarak jauh.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Temuan tersebut diumumkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peluncuran gerakan “bulan aksi nasional melawan penjualan senjata Prancis kepada Israel” yang melibatkan koalisi serikat pekerja, organisasi hak asasi manusia dan kelompok aktivis.

Pengacara HAM Prancis-Palestina Salah Hammouri mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa pengiriman peralatan militer dari Prancis kepada Zionis Israel tetap berlangsung meskipun sebelumnya telah muncul laporan dan desakan dari serikat pekerja serta anggota parlemen.

“Terlepas dari laporan sebelumnya, mobilisasi serikat pekerja dan parlemen, serta seluruh aksi yang dilakukan organisasi kami, transfer tersebut terus berlangsung,” kata Hammouri.

Pengacara Urgence Palestine, Thomas Nayla, yang turut menelusuri data tersebut melalui basis data dan metode open-source intelligence, mempertanyakan klasifikasi pemerintah Prancis terhadap sejumlah peralatan sebagai komponen defensif.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Ia mencontohkan sistem pendingin tank dan pelindung kaca bagi pilot helikopter sebagai peralatan yang menurutnya tidak dapat dipisahkan dari sistem persenjataan yang digunakan dalam agresi militer.

Investigasi tersebut muncul ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyebut kondisi di Gaza sebagai “pemandangan yang memalukan bagi kita semua” dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.

Namun, pemerintah Prancis tetap mempertahankan kebijakannya bahwa mereka tidak mengekspor senjata ofensif kepada Zionis Israel.

Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin dalam sidang parlemen pada 30 September 2026 kembali mengatakan Prancis tidak memasok senjata ofensif kepada Israel.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Pemerintah menyatakan bahwa komponen yang diizinkan untuk diekspor ditujukan bagi kebutuhan pertahanan wilayah dan penduduk Israel serta memastikan peralatan tersebut tidak digunakan terhadap warga sipil.

Pernyataan tersebut dibantah oleh sejumlah media investigasi dan organisasi nonpemerintah yang sebelumnya melaporkan berlanjutnya pengiriman komponen elektronik dan suku cadang yang dapat digunakan dalam sistem amunisi, drone, serta rantai pasokan militer Zionis Israel.

Kelompok HAM dan sejumlah anggota parlemen Prancis menilai pembedaan antara peralatan “ofensif” dan “defensif” perlu diperiksa secara lebih ketat, terutama menyangkut penggunaan komponen strategis dalam sistem persenjataan.

Kampanye nasional yang diluncurkan pada awal Oktober tersebut diikuti sejumlah organisasi, termasuk Urgence Palestine, BDS France, Stop Arming Israel dan Association France Palestine Solidarité.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

BDS France sebelumnya juga menyebut lebih dari 525 pengiriman peralatan militer dari Prancis ke Zionis Israel telah diidentifikasi sejak Oktober 2023.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Rekomendasi untuk Anda