London, MINA – Royal College of Nursing (RCN), organisasi profesi keperawatan terbesar di Inggris, memutus hubungan komersial dengan Teva UK, perusahaan farmasi yang merupakan bagian dari raksasa farmasi asal Zionis Israel, Teva Pharmaceuticals.
Keputusan tersebut membuat Teva UK tidak lagi menjadi sponsor acara RCN Nursing Leadership Summit: Migraine and Headache Services yang dijadwalkan berlangsung di kantor pusat RCN di London pada 30 Oktober 2026.
Acara tersebut tetap akan digelar tanpa sponsor Teva.
Ketua Dewan RCN, Carmel O’Boyle, mengonfirmasi keputusan itu melalui surat kepada kelompok Nurses for Palestine.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Ia mengatakan, pemeriksaan lanjutan terhadap Teva menemukan sejumlah operasi perusahaan yang sebelumnya menjadi subjek sanksi hukum dan sorotan publik sehingga dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai RCN dan RCNi.
“Kami mengakhiri kemitraan komersial dengan Teva UK. Teva UK tidak lagi menjadi sponsor … pada 30 Oktober 2026,” kata O’Boyle dalam surat tersebut. Mengutip Middle East Eye, Jumat (2/10).
Keputusan itu diambil setelah kampanye yang dilakukan Nurses for Palestine dan UK Healthcare Petitions to Royal Colleges (UKHPRC).
Dalam surat terbuka sebelumnya, para perawat, bidan, dan tenaga kesehatan mengkritik hubungan komersial RCN dengan Teva serta menyoroti dugaan keterkaitan perusahaan dengan militer Zionis Israel.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Kelompok tersebut menyambut keputusan RCN.
Nurses for Palestine mengatakan Teva tidak semestinya menjadi sponsor lembaga profesi kesehatan yang berkomitmen pada penyembuhan, perawatan, dan perlindungan kehidupan manusia.
UKHPRC juga mempertanyakan hubungan komersial organisasi kesehatan dengan perusahaan yang menurut mereka memiliki hubungan dengan sistem negara yang dituduh melibatkan pelanggaran berat hukum internasional.
Sementara itu, Teva menyatakan kecewa dengan keputusan RCN dan menilai langkah tersebut telah membuat layanan kesehatan menjadi “terpolitisasi”.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Selain sorotan terkait hubungannya dengan Zionis Israel, Teva memang memiliki sejumlah catatan hukum di Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 2016 menyatakan Teva Pharmaceutical Industries menyepakati pembayaran lebih dari 283 juta dolar AS untuk menyelesaikan perkara berdasarkan Foreign Corrupt Practices Act terkait skema penyuapan pejabat pemerintah di Rusia, Ukraina, dan Meksiko.
Bersama pembayaran kepada Securities and Exchange Commission, total pembayaran perusahaan saat itu mencapai hampir 520 juta dolar AS.
Pada 2023, Teva Pharmaceuticals USA juga menyepakati pembayaran denda pidana sebesar 225 juta dolar AS kepada pemerintah AS untuk menyelesaikan perkara terkait konspirasi penetapan harga sejumlah obat generik.
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
Sementara itu, Komisi Eropa pada Oktober 2024 menjatuhkan denda 462,578 juta euro kepada Teva karena menyalahgunakan posisi dominannya untuk menunda persaingan terhadap obat Copaxone untuk multiple sclerosis di sejumlah negara Uni Eropa.
Nurses for Palestine dan kelompok pendukung hak-hak Palestina menyebut keputusan RCN sebagai perkembangan penting dalam kampanye boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Zionis Israel.
Setelah keputusan RCN, para aktivis juga menyerukan agar lembaga profesi kesehatan Inggris lainnya meninjau kembali hubungan sponsorship mereka dengan Teva UK.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic