Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 2.000 Pasien Gaza Meninggal Saat Menunggu Evakuasi Medis, 21 Ribu Masih Antre

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:27 WIB

26 Views ㅤ

Shahinaz al-Attar termasuk di antara 700 pasien yang menerima dialisis di rumah sakit yang kewalahan di Jalur Gaza. (Foto: Fedaa al-Qedra)

Gaza, MINA – Sedikitnya 2.027 pasien di Jalur Gaza meninggal dunia saat menunggu perawatan dan evakuasi medis. Angka itu disampaikan Direktur Bantuan Medis di Kota Gaza, Mohammed Abu Afash, kepada radio Voice of Palestine, Rabu (14/10).

Abu Afash menyebut lebih dari 21.000 pasien membutuhkan evakuasi medis ke luar Gaza. Ia mengatakan dalam lima hari terakhir tidak ada pasien yang keluar melalui perlintasan Rafah.

Penutupan perlintasan dan penundaan evakuasi, menurutnya, memperburuk kondisi pasien kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, dan penyakit kronis lain hingga menimbulkan komplikasi serius.

Layanan kesehatan di Gaza pun terbatas. Rumah sakit kekurangan layanan laboratorium dan radiologi, ruang operasi, obat-obatan, serta perlengkapan medis lainnya. Sebelum perang, Gaza memiliki lebih dari 574 pusat kesehatan yang beroperasi, tetapi kini hanya 227 yang berfungsi dengan sumber daya terbatas. Abu Afash menyebut kondisi ini berdampak buruk pada layanan bagi ibu hamil dan anak-anak.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya menyampaikan angka serupa. Pihak kementerian menyebut 2.027 pasien meninggal saat menunggu evakuasi sejak ditutupnya perlintasan Rafah pada Mei 2024, sementara sekitar 21.000 pasien lain memerlukan perawatan di luar wilayah itu, termasuk 5.600 anak dan 2.800 pasien kanker.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mencatat 1.092 pasien meninggal saat menunggu evakuasi pada Juli 2024 hingga 28 November 2025, dan memperingatkan angka itu kemungkinan lebih rendah dari kenyataan.

Israel, melalui badan militer COGAT yang mengawasi arus bantuan ke Gaza, sebelumnya menyatakan persetujuan evakuasi medis bergantung pada pemeriksaan keamanan.

Hingga 14 Oktober 2026, otoritas kesehatan Gaza mencatat 74.392 warga Palestina tewas dan 175.440 lainnya luka sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023. Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat berlaku sejak 10 Oktober 2025. []

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda