Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenhaj RI Pastikan Jamaah Umrah Indonesia Tetap Terlayani Usai Kendala Pesawat di Jeddah

Rana Setiawan Editor : ali farkhan tsani - Sabtu, 27 Desember 2025 - 16:51 WIB

Sabtu, 27 Desember 2025 - 16:51 WIB

10 Views ㅤ

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bersama Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah memastikan pelayanan dan perlindungan maksimal bagi jamaah umrah Indonesia yang tertunda kepulangannya akibat kendala teknis pesawat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (25/12/2025).(Foto: Humas Kemenhaj RI)

Jeddah, MINA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bersama Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah memastikan pelayanan dan perlindungan maksimal bagi jamaah umrah Indonesia yang tertunda kepulangannya akibat kendala teknis pesawat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (25/12).

Penundaan tersebut terjadi setelah pesawat maskapai Lion Air yang dijadwalkan membawa jemaah kembali ke Tanah Air mengalami gangguan teknis, sehingga keberangkatan harus ditunda demi keselamatan penerbangan.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Harun Al Rasyid, menyampaikan empati dan keprihatinannya atas situasi yang dialami para jemaah. Ia menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan para tamu Allah tetap memperoleh hak dan pelayanan yang layak selama masa penantian.

“Kami telah menginstruksikan Staf Pengawasan Umrah di Jeddah untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan jemaah tertangani dengan baik. Fokus utama kami adalah memastikan jemaah mendapatkan hak konsumsi dan akomodasi yang layak selama penundaan ini,” ujar Harun Al Rasyid dalam keterangan resminya diterima MINA, Sabtu (27/12).

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sebagai langkah konkret, Kemenhaj RI melakukan koordinasi intensif dengan pihak maskapai. Berdasarkan hasil komunikasi dengan Duty Manager Lion Air, jemaah yang terdampak segera dievakuasi dari bandara dan difasilitasi penginapan di hotel oleh maskapai. Selama masa penundaan, jemaah juga dipastikan mendapatkan makanan dan minuman yang mencukupi.

Harun turut meninjau langsung kondisi jemaah yang diinapkan di Hotel Waw Jeddah. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan sebagian jemaah serta pimpinan Travel Ritas Raudah asal Samarinda, Kalimantan Timur, Muhammad Fachreza Rahman, guna memastikan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya.

Terkait kepastian kepulangan, Harun menyampaikan informasi resmi dari pihak maskapai.

“Pihak maskapai juga sudah memastikan bahwa jemaah dijadwalkan akan diberangkatkan kembali menuju Tanah Air pada 27 Desember 2025,” ungkapnya.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Ia juga mengimbau agar seluruh jemaah tetap menjaga ketenangan, memperbanyak kesabaran, serta mengikuti arahan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro perjalanan masing-masing. Menurutnya, peran PPIU sangat penting dalam mendampingi jemaah, terutama dalam kondisi darurat atau tidak terduga.

“PPIU harus memastikan jemaah dilayani dengan baik dan mendapatkan haknya secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku. Kami mengimbau seluruh pihak terkait untuk memberikan layanan terbaik bagi tamu Allah agar proses kepulangan berjalan lancar dan aman,” tambahnya.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama KUH KJRI Jeddah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan hingga seluruh jemaah umrah Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga kenyamanan, keselamatan, dan martabat ibadah umat Islam di Tanah Suci.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda