Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelayanan di Bandara Titik Awal Layanan Haji Indonesia di Arab Saudi

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 26 April 2026 - 09:18 WIB

Ahad, 26 April 2026 - 09:18 WIB

19 Views ㅤ

Kedatangan jamaah haji Indonesia dari Arab Saudi. (Kemenhaj RI)

Madinah, MINA – Kedatangan jamaah haji Indonesia di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah merupakan wajah pertama layanan haji Indonesia di Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, pada Sabtu (25/4), menegaskan seluruh petugas diminta bekerja tidak hanya cepat dan tertib, tetapi juga dengan kepekaan terhadap kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang.

Kedatangan jamaah tidak hanya ditandai dengan proses turun dari pesawat dan pengambilan barang bawaan. Di balik setiap kedatangan, ada rangkaian layanan yang disiapkan secara berlapis oleh petugas haji Daerah Kerja Bandara, mulai dari penyambutan, pendampingan lansia dan disabilitas, pengawasan bagasi, hingga koordinasi kesehatan jamaah, jelasnya.

“Bandara adalah titik awal jamaah merasakan pelayanan di Tanah Suci. Maka sejak mereka turun dari pesawat, petugas harus hadir. Bukan hanya mengarahkan, tetapi juga menenangkan, membantu, dan memastikan tidak ada jemaah yang merasa sendirian,” ujar Abdul Basir.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Menurutnya, sebagian besar jamaah tiba dalam kondisi lelah setelah menempuh penerbangan berjam-jam. Tidak sedikit pula jamaah lansia yang membutuhkan pendampingan khusus, baik saat keluar dari pesawat, menuju area imigrasi, menunggu bagasi, maupun saat diarahkan menuju bus keberangkatan ke hotel.

“Bagi kita mungkin proses bandara terlihat biasa. Tetapi bagi jamaah, terutama lansia, ini perjalanan besar dalam hidup mereka. Ada yang baru pertama kali naik pesawat, ada yang kelelahan, ada yang cemas mencari rombongan atau barangnya. Di situlah petugas harus bekerja dengan hati,” katanya.

Abdul Basir menjelaskan, pelayanan bandara dilakukan melalui koordinasi sejumlah unsur, mulai dari petugas sektor bandara, petugas kesehatan, petugas perlindungan jamaah, hingga pihak otoritas terkait. Setiap alur kedatangan dipantau agar jemaah dapat bergerak secara tertib, aman, dan tidak mengalami penumpukan di area layanan.

Tugas tersebut tidak ringan. Para petugas bekerja di area luar ruangan, menghadapi panas terik pada siang hari, dingin yang menusuk pada malam hari, angin kencang, serta debu yang kerap beterbangan. Namun, Abdul Basir menekankan bahwa ketelitian tetap menjadi kunci utama.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

“Barang bawaan jamaah itu bagian dari kenyamanan mereka. Ketika koper ditemukan, kursi roda tidak tertukar, atau tongkat bisa kembali kepada pemiliknya, itu mungkin terlihat sederhana. Tapi bagi jamaah, itu sangat berarti,” ucapnya.

Selain aspek bagasi dan mobilitas, Daker Bandara juga memberi perhatian serius terhadap kondisi kesehatan jamaah. Hal ini sejalan dengan penegasan PPIH Pusat bahwa pemeriksaan kesehatan pada masa embarkasi harus diperketat dan tidak boleh menjadi formalitas, serta status istitaah kesehatan merupakan syarat mutlak keberangkatan jamaah haji.

Abdul Basir menyampaikan, setibanya di Arab Saudi, petugas bandara tetap melakukan pengamatan terhadap kondisi jamaah, terutama yang terlihat lemah, mengalami kelelahan berlebih, atau membutuhkan bantuan medis. Bila ditemukan jamaah yang memerlukan penanganan, petugas segera berkoordinasi dengan tim kesehatan.

“Kami tidak ingin ada jamaah yang terlewat dari perhatian. Kalau ada yang tampak lemah, kebingungan, atau butuh bantuan, petugas harus responsif. Pelayanan bandara bukan hanya soal kelancaran arus kedatangan, tetapi juga keselamatan dan rasa aman jamaah,” tegasnya.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Kekompakan Petugas

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menambahkan, keberhasilan pelayanan di bandara sangat bergantung pada kekompakan petugas di lapangan. Setiap orang memiliki peran masing-masing, tetapi semuanya bermuara pada tujuan yang sama, memastikan jamaah tiba, bergerak, dan melanjutkan perjalanan ke hotel dengan baik.

“Petugas mungkin bekerja di belakang layar, tetapi dampaknya langsung dirasakan jamaah. Senyum jamaah ketika dibantu, rasa lega ketika barangnya ditemukan, atau ketenangan ketika diarahkan menuju bus, itu menjadi energi bagi kami untuk terus melayani,” tutur Abdul Basir.

Abdul Basir berharap seluruh petugas Daker Bandara terus menjaga stamina, disiplin, dan empati selama masa operasional haji. Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya lahir dari sistem yang rapi, tetapi juga dari kesabaran dan kepedulian petugas dalam menghadapi berbagai kondisi jamaah.

Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka

“Kita melayani tamu Allah. Maka tugas ini harus dijalankan dengan tanggung jawab, ketelitian, dan hati yang lapang. Semoga setiap bantuan kecil yang kita berikan menjadi bagian dari kelancaran ibadah jamaah,” pungkasnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Abu Vulkanik Bergerak ke Barat Laut

Rekomendasi untuk Anda