Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemlu China: Amerika Latin Berhak Pilih Mitra Dagang Sendiri

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 12 Januari 2026 - 20:20 WIB

Senin, 12 Januari 2026 - 20:20 WIB

9 Views ㅤ

Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China (Global Times)

Beijing, MINA – Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan pada Senin (12/1), negara-negara di kawasan Amerika Latin berhak memilih  mitra dagang mereka sendiri dalam perdagangan internasional.

“Negara-negara Amerika Latin semuanya adalah negara berdaulat dan merdeka dengan hak untuk secara independen memilih mitra mereka,” kata Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China. Global Times melaporkan.

Pernyataan disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai laporan yang mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump, ketika bertemu dengan para eksekutif minyak di Gedung Putih, mengklaim China dan Rusia hanya dapat membeli minyak mentah Venezuela di bawah kendali AS.

Kata Trump, jika AS tidak mengendalikan minyak Venezuela, Rusia atau China akan melakukannya.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Para pengamat menilai, di antara banyak tujuan operasi militer AS di Venezuela adalah untuk mengirim pesan kepada China.

Sebagai tanggapan, Mao mengatakan bahwa tidak peduli bagaimana situasi berubah, China akan terus memperdalam kerja sama praktis dengan negara-negara Amerika Latin, termasuk Venezuela, dan mempromosikan pembangunan bersama.

Pada 7 Januari, ketika ditanya bagaimana China berencana untuk melindungi kepentingan energinya dan menjaga keberlanjutan pasokan dan proyek mengingat tindakan militer ilegal baru-baru ini, Mao mengatakan bahwa AS telah lama memberlakukan sanksi sepihak ilegal terhadap industri minyak Venezuela dan secara terang-terangan menggunakan kekerasan terhadap Venezuela baru-baru ini.

“Hal ini telah memberikan pukulan berat terhadap tatanan ekonomi dan sosial di Venezuela dan mengancam stabilitas rantai industri dan pasokan global. China telah mengecam keras hal ini,” lanjutnya.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Dia menambahkan, kerja sama antara China dan Venezuela adalah kerja sama antara negara-negara berdaulat dan dilindungi oleh hukum internasional dan hukum kedua negara. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda