Jakarta, MINA – Pemerintah Indonesia memastikan belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban atau terdampak banjir bandang dan longsor dahsyat di wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui perwakilan RI di Dhaka dan Beijing terus memantau kondisi WNI di tengah proses pencarian dan penyelamatan korban yang masih berlangsung.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah pada Jumat (28/8) mengatakan, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan berbagai pihak, hingga Kamis (27/8) belum terdapat laporan WNI yang terdampak bencana.
Kemlu menyebut terdapat sekitar 45 WNI yang berada di Nepal, mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus berkoordinasi dengan komunitas WNI serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu untuk memastikan kondisi warga Indonesia.
Perwakilan RI juga mengimbau WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari wilayah terdampak, mengikuti arahan otoritas setempat, dan memantau informasi resmi terkait perkembangan bencana.
Bencana banjir bandang dan longsor menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tiongkok sejak Rabu (26/8). Data pada Jumat (28/8) menunjukkan sedikitnya 543 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.200 lainnya masih hilang.
Angka tersebut mencakup korban di Nepal dan wilayah Tibet, Tiongkok, dan masih dapat berubah seiring berlanjutnya operasi pencarian.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Selain menelan korban jiwa, bencana menghancurkan rumah, jalan, jembatan serta sejumlah fasilitas penting. Operasi penyelamatan juga menghadapi tantangan berupa medan pegunungan, kerusakan infrastruktur dan ancaman banjir susulan akibat terbentuknya danau sementara dari material longsoran. Lebih dari 90.000 orang diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat bencana tersebut.
Kemlu RI meminta WNI yang berada di Nepal maupun Tiongkok untuk tetap berhati-hati dan segera menghubungi perwakilan RI apabila menghadapi keadaan darurat.
Pemantauan terus dilakukan mengingat proses pencarian korban masih berlangsung dan jumlah korban maupun orang hilang dapat berubah. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan simpati dan duka mendalam atas bencana yang melanda kawasan perbatasan kedua negara tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic