Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan satu anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) masih belum ditemukan setelah kapal kargo MV Tihamah terkena serangan drone di wilayah Yaman, Selasa (11/8).
Upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih dilakukan secara intensif.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, Kamis (13/8) Kemlu bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas Yaman untuk memperoleh informasi terbaru mengenai keberadaan ABK tersebut.
Hingga Kamis (13/8), status resmi WNI yang hilang masih dinyatakan belum ditemukan.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan informasi Kemlu, dua ABK WNI lainnya selamat dalam insiden tersebut.
Satu mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Sebelumnya, sejumlah media internasional memberitakan satu ABK WNI meninggal dunia dalam serangan tersebut. Namun, Kemlu menegaskan informasi itu masih dalam proses verifikasi dan belum dapat dinyatakan sebagai kematian secara resmi.
Pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi dari otoritas setempat terkait kondisi dan keberadaan ABK yang bersangkutan.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Serangan terjadi ketika MV Tihamah berada di Pelabuhan Bab Al-Mandab, Murad, Yaman. Kapal berbendera Tanzania tersebut dilaporkan tengah berlayar dari Salalah, Oman, menuju Djibouti. Insiden itu memicu kebakaran dan menimbulkan korban di antara awak kapal.
Kemlu RI dan KBRI Muscat terus mendampingi para WNI yang terdampak serta berkomunikasi dengan keluarga mereka di Indonesia. Pemerintah juga memastikan pencarian terhadap satu ABK yang hilang terus dilakukan, sementara perkembangan kondisi dua WNI lainnya tetap dipantau secara intensif. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic