Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu ABK WNI Masih Hilang Usai Serangan Drone di Yaman

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:16 WIB

17 Views ㅤ

Kapal MV Tihamah (foto: X)

Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan satu anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) masih belum ditemukan setelah kapal kargo MV Tihamah terkena serangan drone di wilayah Yaman, Selasa (11/8).

Upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih dilakukan secara intensif.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, Kamis (13/8) Kemlu bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas Yaman untuk memperoleh informasi terbaru mengenai keberadaan ABK tersebut.

Hingga Kamis (13/8), status resmi WNI yang hilang masih dinyatakan belum ditemukan.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan informasi Kemlu, dua ABK WNI lainnya selamat dalam insiden tersebut.

Satu mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Sebelumnya, sejumlah media internasional memberitakan satu ABK WNI meninggal dunia dalam serangan tersebut. Namun, Kemlu menegaskan informasi itu masih dalam proses verifikasi dan belum dapat dinyatakan sebagai kematian secara resmi.

Pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi dari otoritas setempat terkait kondisi dan keberadaan ABK yang bersangkutan.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Serangan terjadi ketika MV Tihamah berada di Pelabuhan Bab Al-Mandab, Murad, Yaman. Kapal berbendera Tanzania tersebut dilaporkan tengah berlayar dari Salalah, Oman, menuju Djibouti. Insiden itu memicu kebakaran dan menimbulkan korban di antara awak kapal.

Kemlu RI dan KBRI Muscat terus mendampingi para WNI yang terdampak serta berkomunikasi dengan keluarga mereka di Indonesia. Pemerintah juga memastikan pencarian terhadap satu ABK yang hilang terus dilakukan, sementara perkembangan kondisi dua WNI lainnya tetap dipantau secara intensif. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Dunia Islam
Internasional
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah (foto: Sajadi/MINA)
Asia