Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendaraan Taktis Pasukan Stabilisasi Internasional Tiba di Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 1 Juli 2026 - 22:39 WIB

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:39 WIB

33 Views

Kendaraan Taktis Pasukan Stabilisasi Internasional Tiba di Gaza (foto: X)
Kendaraan Taktis Pasukan Stabilisasi Internasional Tiba di Gaza (foto: X)

Gaza, MINA – Dewan Perdamaian (BoP) mengumumkan, kedatangan sejumlah kendaraan taktis pertama di pangkalan Pasukan Keamanan Internasional (ISF) di Jalur Gaza, seiring berlanjutnya persiapan logistik untuk penempatan pasukan multinasional di wilayah tersebut.

“Kendaraan taktis tiba di Area Dukungan Logistik: Endurance,” demikian pernyataan Dewan Perdamaian di platform media sosial X, Rabu (1/7), disertai foto-foto yang mendokumentasikan kedatangan kendaraan tersebut.

Pengumuman ini muncul saat delegasi Hamas tiba di Kairo pada Selasa (30/6) untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Mesir dan para mediator mengenai implementasi perjanjian gencatan senjata Gaza.

Dewan Perdamaian dibentuk pada Januari atas inisiatif Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari upaya mencapai penyelesaian damai di Gaza. Pertemuan pertama Dewan Perdamaian mengenai Gaza diadakan pada 19 Februari di Institut Perdamaian Amerika Serikat di Washington di bawah kepemimpinan Trump.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Inisiatif ini merupakan bagian dari fase kedua rencana 20 poin Trump yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza, yang didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB dari November lalu.

Fase pertama perjanjian gencatan senjata mencakup gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Israel dan faksi-faksi Palestina, gencatan senjata permanen, serta penarikan bertahap Israel dari wilayah tersebut. Namun, Israel terus melanggar perjanjian hampir setiap hari.

Di bawah fase kedua, Israel diharapkan melakukan penarikan lebih lanjut dari wilayah tersebut, sementara pasukan stabilisasi internasional akan mengambil alih tanggung jawab keamanan, termasuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan bahan rekonstruksi.

Dengan dukungan AS, Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut angka Palestina.[]

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda