Kabul, MINA – Sebuah kereta kargo khusus yang mengangkut barang dagangan senilai 8 juta yuan telah diberangkatkan dari Provinsi Shandong, China, menuju pelabuhan Hairatan di Afghanistan bagian utara. Perjalanan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 20 hari.
Khaama Press melaporkan pada Jumat (23/10), menurut media Tiongkok, muatan tersebut mencakup tekstil, bahan baku kimia, peralatan, serta mesin konstruksi yang diproduksi di Linyi, sebuah kota di Provinsi Shandong.
Kereta ini merupakan layanan kargo khusus pertama dari Shandong menuju Hairatan, yang merupakan pusat perdagangan dan transportasi penting di Provinsi Balkh, Afghanistan.
Kereta tersebut dijadwalkan melintasi Kazakhstan dan Uzbekistan sebelum memasuki Afghanistan melalui pos perbatasan Termez.
Baca Juga: Afghanistan Tolak Laporan PBB yang Tunjukkan Peningkatan Budidaya Tanaman Opium Empat Kali Lipat
Layanan baru ini hadir seiring dengan upaya China dan Afghanistan dalam mengembangkan jalur perdagangan langsung berbasis kereta api.
Sebelumnya, layanan kargo terpisah dari Haimen di Provinsi Jiangsu, China, telah mengirimkan lebih dari 2.000 ton barang China—yang dilaporkan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS—ke Hairatan setelah menempuh perjalanan selama 12 hari melalui Kazakhstan dan Uzbekistan.
Berdasarkan laporan tersebut, kiriman itu tiba di Provinsi Balkh dan disambut oleh para pejabat setempat serta Duta Besar Tiongkok untuk Afghanistan. Layanan ini direncanakan beroperasi dua kali sebulan untuk mengangkut barang dari kedua arah, termasuk produk-produk asal Afghanistan yang ditujukan ke China.
Layanan dari Haimen tersebut disebut sebagai jalur kereta api langsung pertama untuk kargo komersial antara China dan Afghanistan di bawah kerangka inisiatif Belt and Road (Jalur Sutra Baru) milik China.
Baca Juga: Australia Wacanakan Pemasangan Tombol Darurat di Kantor Anggota Parlemen
Kedatangan kereta tersebut menyoroti upaya untuk memperluas hubungan perdagangan antara kedua negara, meskipun layanan ini berbeda dengan kereta yang baru saja diberangkatkan dari Shandong.
Sebelumnya, barang yang dikirim dari Shandong ke Afghanistan sebagian besar diangkut melalui jalur darat atau kombinasi jalur darat dan kereta api. Metode ini dilaporkan memakan biaya transportasi yang lebih tinggi dan waktu pengiriman yang kurang dapat diprediksi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Afghanistan Serukan Tindakan terhadap Produksi Narkoba di Pakistan
















Mina Indonesia
Mina Arabic