Ketua DPR: Indonesia Muslim Terbesar Harus Ambil Langkah Besar untuk Palestina

Jakarta, MINA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar untuk itu harus mengambil langkah lebih besar untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Kita (Indonesia) adalah negara Muslim terbesar. Kita harus ambil peran lebih besar untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Apalagi, konstitusi negara kita secara tegas menentang setiap bentuk penjajahan di muka bumi,” katanya di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Ia menjelaskan bahwa DPR RI melalui BKSAP selalu konsisten menyuarakan kepentingan Palestina di berbagai forum parlemen dunia. Seperti IPU (forum parlemen dunia), PUIC (forum parlemen negara-negara OKI) serta AIPA (forum parlemen ASEAN).

“Kita konsisten mendukung perjuangan Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel. Bahkan di PUIC kita telah menyampaikan kritik bahwa perpecahan negara-negara Arab sebagai faktor memburuknya situasi di Palestina,” ujarnya.

Ketua DPR RI yang akrab disapa Bamsoet sangat mengecam keras tindakan Amerika Serikat (AS) yang tetap meresmikan Kedutaan Besarnya pada Senin (14/5/2018) dari Tel Aviv ke Yerusalem di tengah-tengah protes masyarakat internasional. Bahkan AS tidak menghormati keputusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB yang menolak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya mengecam keras langkah Amerika Serikat tersebut. Padahal, dalam Sidang Darurat Majelis Umum PBB yang diikuti 128 negara, secara tegas menolak Yerusalem ditetapkan sebagai ibu kota Israel. Langkah Trump sama saja dengan melecehkan PBB,” tegasnya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta PBB tidak lepas tangan alias mengambil langkah tegas. Karenanya, Dewan Keamanan PBB harus segera menggelar pertemuan darurat untuk merespon kebijakan Amerika tersebut.

“PBB harus secepatnya turun tangan. Jika kita berdiam diri, saya khawatir sentimen anti Amerika akan meluas dan itu tentu saja dapat memicu benih-benih terorisme yang mengancam kedamaian dunia,” ujar Bamsoet.

Langkah Trump dinilai Bamsoet akan menimbulkan konflik baru yang lebih besar. Masa depan perdamaian dunia akan semakin suram. Situasi kawasan akan terus bergejolak. Dengan kata lain apa yang dilakukan Amerika itu telah merusak upaya perdamaian yang dari dulu diperjuangkan untuk menyelesaikan pertikaian Palestina dan Israel. Hal ini bisa memicu kemarahan umat Islam kepada Amerika Serikat.

Ia juga meminta Kemenlu RI segera memanggil Duta Besar AS untuk menyampaikan nota protes kepada pemerintah Amerika. Pemerintah Indonesia juga diminta mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan atas tewasnya puluhan demonstran Palestina belakangan ini. (R/R10/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0