Teheran, MINA – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya saat ini sedang berjuang mempertahankan kedaulatan negara melawan Amerika Serikat dan Israel.
Menurutnya, tekanan militer, politik, dan ekonomi yang terus dilakukan kedua negara bukan sekadar konflik biasa, melainkan upaya sistematis untuk melemahkan kedaulatan dan keberlangsungan Republik Islam Iran. Farsnews melaporkan, Kamis (16/7).
Dalam pidatonya pada pertemuan nasional para komandan dan pejabat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ghalibaf mengatakan Iran tidak hanya menghadapi ancaman di medan perang, tetapi juga serangan melalui sanksi ekonomi, operasi intelijen, perang siber, serta tekanan diplomatik.
Karena itu, ia menyerukan penguatan persatuan nasional dan kesiapan seluruh elemen negara dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman tersebut.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Ghalibaf juga menilai konfrontasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuktikan bahwa strategi tekanan maksimum yang diterapkan Washington gagal memaksa Iran menyerah.
Ia menegaskan rakyat Iran tetap menunjukkan ketahanan menghadapi berbagai tekanan, sekaligus menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip kedaulatan maupun hak untuk mempertahankan kemampuan pertahanannya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul serangkaian serangan yang saling dilancarkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, konflik di sekitar Selat Hormuz, serangan terhadap fasilitas militer Iran, serta sengketa terkait implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad semakin memperburuk hubungan antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Iran juga telah mengadukan Amerika Serikat ke Dewan Keamanan PBB atas dugaan pelanggaran kesepakatan tersebut.
Selain menyoroti aspek militer, Ghalibaf menegaskan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.
Ia menyerukan peningkatan produksi dalam negeri, penguatan industri strategis, serta pengurangan ketergantungan terhadap pihak asing agar Iran mampu bertahan menghadapi tekanan berkepanjangan. Menurutnya, ketahanan ekonomi merupakan salah satu faktor utama dalam memenangkan persaingan geopolitik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic