Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KH Zulfa Mustofa Luncurkan Buku Baru, Serukan Kebangkitan Tradisi Menulis di Kalangan Ulama

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:07 WIB

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:07 WIB

32 Views ㅤ

KH Zulfa Mustofa (foto: IG)

Jakarta, MINA – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, meluncurkan kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa sekaligus mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk kembali menghidupkan tradisi menulis sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan ilmu dan memperkuat peradaban Islam.

Peluncuran kitab tersebut berlangsung di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7).

Menurut KH Zulfa, tradisi keilmuan Islam tidak cukup hanya diwujudkan melalui pengajian dan ceramah, tetapi juga harus diwariskan dalam bentuk karya tulis yang dapat menjadi rujukan lintas generasi.

Ia menegaskan bahwa kitab-kitab para ulama merupakan bukti nyata kontribusi intelektual yang tetap memberi manfaat meski penulisnya telah wafat.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menghimpun empat pembahasan utama berbahasa Arab, meliputi metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani. Kehadiran kitab tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur Islam Indonesia sekaligus menjadi referensi bagi kalangan pesantren dan perguruan tinggi Islam.

KH Zulfa menilai pesantren selama ini telah berhasil menjaga tradisi membaca dan mengkaji kitab kuning. Namun, menurutnya, lembaga pendidikan Islam juga perlu melahirkan karya-karya baru yang mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga berbagai persoalan kebangsaan dan kemanusiaan.

Ia mengingatkan bahwa para ulama terdahulu dikenang bukan hanya karena keluasan ilmu dan banyaknya murid, tetapi juga karena karya-karya yang mereka tinggalkan. Oleh sebab itu, menulis kitab merupakan bagian dari dakwah sekaligus amal jariyah keilmuan yang manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi berikutnya.

Dalam pandangan KH Zulfa, tradisi membaca harus berjalan seiring dengan tradisi menulis. Keduanya menjadi fondasi penting bagi lahirnya peradaban Islam yang kuat, berakar pada sanad keilmuan, sekaligus mampu memberikan jawaban atas persoalan umat yang terus berkembang.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Peluncuran kitab tersebut juga digelar menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Momentum itu dinilai tepat untuk menguatkan kembali budaya intelektual di lingkungan NU, sehingga pembahasan mengenai gagasan dan pengembangan keilmuan tetap mendapat ruang yang besar di tengah dinamika organisasi.

Sejumlah ulama, akademisi, santri, dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut. Selain peluncuran kitab, acara juga diisi dengan bedah buku yang membahas substansi karya KH Zulfa serta relevansinya dalam menjawab berbagai persoalan fikih kontemporer.

Pengamat pendidikan Islam menilai ajakan untuk menghidupkan tradisi menulis merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi keislaman di Indonesia. Di era digital, karya tulis dinilai tetap memiliki peran penting sebagai sumber otoritatif yang dapat dipelajari secara berkelanjutan dan menjadi pijakan dalam pengembangan pemikiran Islam.

Melalui peluncuran kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa, KH Zulfa berharap lahir lebih banyak karya dari kalangan ulama, pesantren, dan akademisi Muslim. Dengan demikian, estafet keilmuan Islam dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan literatur dan peradaban Islam di tingkat global. []

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

Sosok
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia