Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Idul Fitri Puitis: Dari Puasa Ramadhan Menuju Keistiqamahan dalam Kehidupan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 19 Maret 2026 - 17:52 WIB

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:52 WIB

61 Views ㅤ

Salat Iedul Fitri (foto: MINA)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْاَحْزَابَ وَحْدَهُ

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَاتَ وَ أَحْيَى. اَلْحَمْدُ للهِ الًّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ لَنَا عِيْدَ الْفِطْرِ وَ اْلأَضْحَى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  نِعْمَ الْوَكِيل وَنِعْمَ الْمَوْلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَ مَنْ يُنْكِرْهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا. وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَ حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى، مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الْهُدَى، الَّذِيْ لاَ يَنْطِقُ عَنْ الْهَوَى، إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى، وَ عَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدقِ وَ الْوَفَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَنْ اِتَّبَعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْجَزَا. أَمَّا بَعْدُ:

فَيَاأيُّهَا الإِخْوَةِ فِاللّٰهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَآَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَقَالَ اَيْضًا فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ (٨)  (الانشراح [٩٤]: (٧ــــ٨(

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Hari ini adalah hari kemenangan, hari kebahagiaan, hari penuh kemuliaan. Hari di mana dosa-dosa diharapkan berguguran, hati-hati kembali kepada kesucian, dan jiwa-jiwa merasakan ketenangan.

Kita telah melewati bulan Ramadhan, bulan penuh ujian dan tempaan, bulan penuh pendidikan keimanan. Bulan yang mengajarkan kita arti kesabaran, menguatkan kita dalam pengendalian, dan mendidik kita dalam ketundukan kepada Tuhan semesta alam.

Ramadhan telah berlalu, namun pelajarannya jangan sampai berlalu. Ramadhan telah pergi, namun ruhnya jangan sampai mati. Ramadhan telah usai, namun nilai-nilainya harus tetap mengalir dalam setiap langkah kehidupan yang kita jalani.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Puasa telah mengajarkan kita menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi dari nafsu amarah dan perbuatan dzalim yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Puasa telah melatih kita bersabar, bukan hanya saat lapar dan dahaga, tetapi saat diuji dengan masalah dan cobaan yang nyata.

Sesungguhnya ketika kita mampu menahan diri di bulan Ramadhan, maka kita sedang dilatih menghadapi dinamika kehidupan yang penuh ujian. Maka ketika kita mampu istiqamah dalam ibadah dan ketaatan setelah Ramadhan, maka sesungguhnya itulah tanda keberhasilan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

Ramadhan bukan tujuan, tetapi ia adalah jalan menuju perubahan. Ramadhan bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan keimanan dalam meniti kehidupan.
Ramadhan bukan sekadar ibadah musiman, tetapi madrasah kehidupan yang harus terus kita lanjutkan dengan kesungguhan.

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Para ulama menjelaskan bahwa keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari banyaknya amal yang kita lakukan, tetapi dari keberlanjutan amal setelah bulan Ramadhan. Bukan sekadar banyaknya ibadah, tetapi istiqamahnya ibadah dalam kehidupan setelahnya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Jika setelah Ramadhan kita tetap menunaikan shalat berjamaah di masjid, maka itulah tanda keberhasilan.
Jika setelah Ramadhan kita tetap menjaga lisan dari kata-kata kotor, menjaga lisan dari kalimat yang menyakiti hati orang lain, menjaga lisan dari mengadu domba dan memicu permusuhan, maka itulah tanda keberhasilan. Jika setelah Ramadhan kita tetap mampu menjauhi maksiat, maka itulah tanda keberhasilan.

Karena orang yang bertakwa bukan hanya yang baik di bulan Ramadhan, tetapi yang terus tetap menjadi baik sepanjang zaman. Bukan yang hanya rajin ibadah saat suasana mendukung, tetapi yang tetap taat meski godaan menghadang.

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Ramadhan telah mendidik kita dalam tiga perkara utama, yaitu: iman, ibadah, dan akhlak.

Iman yang mengajarkan kita untuk ikhlas dalam setiap perbuatan, tanpa riya dan tanpa pamrih, tanpa berharap pujian, sanjungan dan perhormatan dari manusia.
Ibadah-ibadah di bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk dekat kepada Allah Ta’ala, bukan hanya di masjid, tetapi juga di mana pun berada, dalam setiap aktivitas kehidupan.
Sementara akhlak yang mulia, yang kita praktikkan di bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang lembut, jujur, sabar, dan penuh kasih sayang.

Jika tiga hal tersebut kita mampu meneruskannya setelah Ramadhan, maka insyaAllah hidup kita akan penuh dengan keberkahan. Namun, jika tiga hal di atas kita tinggalkan setelah Ramadhan, maka kita telah kehilangan esensi dari ibadah yang telah kita lakukan.

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ketahuilah, kehidupan dunia ini sejatinya adalah perjalanan panjang menuju akhirat yang kekal dan sebaik-baik bekal dalam perjalanan itu adalah taqwa kepada Allah yang Maha Mulia.

Ibadah-ibadah di bulan Ramadhan adalah bekal utama yang akan menemani kita dalam perjalanan panjang itu, maka jangan kita sia-siakan bekal itu. Ramadhan telah menguatkan iman dan taqwa dalam hatimu, maka jangan kita runtuhkan iman dan taqwa itu ketika Ramadhan telah berlalu.

Jadilah hamba yang istiqamah dalam ketaatan, Jadilah hamba yang teguh dalam keimanan,
Jadilah hamba yang terus meniti, berjalan di atas jalan kebenaran.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Karena kehidupan dunia ini akan berakhir, tetapi amal ibadah dan ketaatan akan tetap tercatat dan tersimpan, menjadi tabungan yang kekal untuk kehidupan selanjutnya, yakni kehidupan akhirat.
Segala aksesoris, perhiasan, pangkat dan jabatan dalam kehidupan dunia pasti akan ditinggalkan, tetapi iman dan taqwa akan menjadi bekal yang menyelamatkan kehidupan.

Mari kita jadikan hari ini bukan hanya hari kemenangan, tetapi hari komitmen untuk perubahan. Hari untuk memperbaiki diri, hari untuk memperkuat iman, hari untuk melanjutkan amal kebaikan.

Semoga Allah menerima puasa kita, menerima ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, membersihkan hati-hati kita dari segala penyakit hati dan cinta dunia, serta meneguhkan langkah-langkah kita d dalam ridha dan ampunan-Nya.

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di tengah dunia yang semakin terpecah, umat Islam dipanggil untuk kembali mempererat ukhuwah yang indah. Persaudaraan yang tidak dibatasi oleh warna kulit, tidak dihalangi oleh perbedaan bahasa, dan tidak dipisahkan oleh jarak wilayah.

Kita adalah satu umat, satu aqidah, satu arah sujud kepada Allah Yang Maha Esa.
Jika satu bagian terluka, maka bagian lain seharusnya ikut merasakan luka yang sama.
Jika ada saudara yang menderita, tertindas dan teraniaya, maka saudara lainnya seharusnya hadir melantunkan doa, mengirim bantuan yang nyata.

Jangan biarkan hati kita menjadi keras oleh perpecahan. Jangan biarkan ukhuwah kita retak oleh kepentingan dunia yang fana.
Jangan biarkan kita sibuk dengan urusan diri sendiri, sementara saudara kita menangis dalam penderitaan yang seakan tak bertepi.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

Bangunlah kembali persaudaraan dengan ketulusan cinta. Rajutlah kembali kebersamaan dengan iman yang kuat dan menyala. Satukan hati, satukan langkah, satukan tujuan menuju ridha Allah Yang Maha Kuasa.

Di akhir zaman ini, fitnah datang silih berganti, ujian datang tanpa henti, dan peperangan terjadi di berbagai negeri. Umat Islam tidak akan kuat jika berjalan sendiri-sendiri, tidak akan tegak berdiri tanpa persatuan yang hakiki.

Karena itu, Islam mengajarkan kita untuk hidup berjamaah, bergerak dalam satu barisan, dan taat dalam satu kepemimpinan yang diridhai.
Dipimpin oleh seorang imam yang ditaati dalam kebaikan, diikat oleh ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya sepanjang kehidupan.

Inilah jalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ bersama para sahabat yang mulia.
Inilah jalan yang telah diwariskan oleh para Khulafa’ur Rasyidin yang penuh kemuliaan dan keteladanan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

Mari bersatu dalam aqidah, Bersatu dalam ibadah, bersatu dalam perjuangan menegakkan kebenaran.

Mari saling menolong dalam kebaikan, saling menguatkan dalam kesulitan, saling menjaga dalam menghadapi gelombang ujian akhir zaman.

Karena pertolongan Allah bersama Al-Jamaah, yaitu mereka yang bersatu dalam kebenaran dan ketaatan.
Pertolongan Allah dekat bagi mereka yang menjaga persatuan dan kemenangan akan Allah berikan kepada umat yang kokoh dalam barisan dan keimanan.

الله اكبر الله اكبر لاَ إِلهَ اِلَّا الله وَآلله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di hari yang penuh kemuliaan ini, kami menengadahkan tangan dengan penuh harapan.

Ya Allah, terimalah puasa kami, terimalah shalat kami, terimalah seluruh amal ibadah kami yang penuh kekurangan.
Ampuni dosa-dosa kami yang tampak maupun yang tersembunyi, yang kami sadari maupun yang kami lupakan.

Ya Allah, bersihkan hati kami dari iri dan dengki, lembutkan jiwa kami dengan iman dan taqwa, satukan langkah kami dalam kebaikan dan ridha-Mu sepanjang usia.

Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang istiqamah dalam ketaatan, yang kuat dalam menghadapi ujian, yang teguh dalam berpegang kepada kebenaran.

Ya Allah, satukan umat Islam di seluruh penjuru dunia, angkat penderitaan saudara-saudara kami yang tertindas dan teraniaya. Berikan kemenangan kepada mereka yang berjuang di jalan-Mu dengan penuh keikhlasan.

Ya Allah, jangan Engkau pisahkan hati kami setelah Engkau satukan, jangan Engkau sesatkan kami setelah Engkau beri petunjuk, dan jangan Engkau cabut iman dari dada kami hingga akhir kehidupan.

Ya Allah, wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah, kumpulkan kami bersama orang-orang shalih di surga-Mu yang penuh keindahan, serta pertemukan kami dengan Nabi-Mu Muhammad ﷺ dalam keadaan penuh kemuliaan.

Ya Allah Yang Mahaperkasa, di tanganMu lah segala urusan kami kembalikan. Dengan kuasaMu kami hidup dan dengan kekuatanMu kami berusaha. Ya Allah ya Ghaffar, Ya Karim, ampunilah seburuk apapun dosa dan kesalahan kami. Karuniakan kepada kami kekuatan untuk bertaubat dari segala kemaksiatan.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi.

Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Gaza Palestina, juga di negeri-negeri lainnya yang dilanda bencana, angkatlah kesudahan dan kesulitan mereka, dan gantilah dengan rahmat dan ampunanMu yang menentramkan jiwa.

Kepada yang wafat khusnul khatimah, berikan kepada mereka ampunan dan tempat yang mulia, bagi keluarga yang ditinggalkan, berikan ketabahan dan kesabaran untuk kembali meraih harapan dan keberkahan.

Ya Allah berikan kepada kami pemimpin yang adil, pemimpin yang mampu membimbing rakyatnya menuju cahayaMu, pemimpin yang mampu menjadi suri tauladan, menjadi panutan dan menjadikan rakyatnya beriman dan bertaqwa kepadaMu.

اَللَّهُمَّ اغْفِرلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَيَانَاصِغَارًا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةَ وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةَ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزِّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda