Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komandan Israel Tolak Minta Maaf Meski Akui Perintahkan Bunuh Relawan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:32 WIB

17 Views ㅤ

Kolonel Israel Nochi Mendel (foto: encrypted)

Gaza, MINA – Komandan militer Israel, Kolonel Nochi Mendel, mengaku sebagai pihak yang memberikan perintah serangan drone terhadap konvoi World Central Kitchen (WCK) di Gaza pada April 2024 yang menewaskan tujuh pekerja kemanusiaan.

Meski serangan tersebut menewaskan para relawan, Mendel menyatakan tidak menyesali keputusan yang diambilnya. Anadolu melaporkan, Jumat (29/8).

Dalam wawancara dengan stasiun televisi publik Australia, ABC, yang direkam pada Oktober 2025 dan dipublikasikan pada 27 Agustus 2026, Mendel mengatakan dirinya bertanggung jawab atas keputusan tersebut.

Ia menyatakan tidak bermaksud membunuh pekerja WCK, tetapi tetap mempertahankan keputusannya untuk melancarkan serangan terhadap konvoi bantuan.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Serangan pada 1 April 2024 itu menewaskan tujuh pekerja WCK dari Palestina, Inggris, Australia, Kanada-Amerika Serikat, dan Polandia.

Para relawan tersebut baru saja menjalankan misi distribusi bantuan makanan di Gaza ketika kendaraan mereka dihantam serangan Israel. WCK sebelumnya menyatakan pergerakan konvoi telah dikoordinasikan dengan militer Israel.

Militer Israel sebelumnya menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan serius akibat salah identifikasi.

Dalam penyelidikan internal, IDF menyatakan pasukannya keliru mengira kendaraan WCK membawa anggota Hamas dan menemukan adanya pelanggaran terhadap prosedur operasi standar serta aturan pelibatan. Mendel kemudian dicopot dari jabatannya sebagai kepala staf Brigade Nahal.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Namun, perkembangan terbaru kembali memicu kecaman. Pada 19 Agustus 2026, Pengadilan Militer Israel menyatakan tidak terdapat dugaan tindak pidana yang cukup untuk membuka penyelidikan kriminal terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam serangan tersebut.

Keputusan itu menuai kritik dari keluarga korban dan pemerintah Australia yang menilai penjelasan Israel mengenai serangan tersebut masih belum memadai.

WCK menolak tuduhan Mendel yang mengaitkan organisasinya dengan Hamas dan menyebut klaim tersebut “palsu dan keterlaluan”.

Organisasi kemanusiaan itu menilai pernyataan Mendel merupakan upaya mengalihkan tanggung jawab dari kegagalan militer Israel dan kembali menyerukan penyelidikan independen guna mengungkap kebenaran serta memberikan keadilan bagi tujuh pekerjanya yang tewas. []

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda