Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas pada Rabu (19/8), bertepatan dengan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia, menyerukan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional untuk mengintensifkan upaya bantuan di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan Hari Kemanusiaan Sedunia yang diperingati setiap 19 Agustus ini datang di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem.
Hamas mengatakan, pemerintah penjajah Israel menolak mematuhi gencatan senjata, terus menargetkan warga sipil, dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan.
Hamas menyatakan, selama berbulan-bulan genosida di Jalur Gaza, Israel tidak hanya mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok, tetapi juga menargetkan pekerja kemanusiaan dan karyawan organisasi amal, menewaskan puluhan orang saat mereka menjalankan tugas. Hamas mengatakan serangan semacam itu merupakan kejahatan perang.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Hamas menyerukan komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab politik, hukum, dan moralnya dengan menekan Israel agar menghentikan pelanggarannya dan menahan mereka yang bertanggung jawab.
Hamas juga mendesak PBB dan organisasi kemanusiaan internasional untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina, menolak tekanan Israel dan mengambil tindakan darurat untuk memenuhi kebutuhan lebih dari dua juta pengungsi di Jalur Gaza.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic