Sanaa, MINA – Konferensi Ulama Yaman mengeluarkan pernyataan pada Kamis (17/9) yang secara tegas menolak klaim Arab Saudi bahwa Makkah menjadi sasaran serangan. Mereka menyebut klaim tersebut sebagai “rekayasa belaka.”
Dilansir dari Al-Mayadeen, para ulama tersebut memperingatkan negara mana pun agar tidak bergabung dalam agresi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman, seraya memperingatkan bahwa klaim tersebut memberikan “peluang berharga” bagi Israel untuk menargetkan situs-situs suci dan menabur perpecahan di kalangan umat Islam.
Pernyataan tersebut menyerukan kepada para ulama dan media di seluruh dunia untuk mendukung Yaman yang sedang berada di bawah blokade, serta memuji sikap yang diambil oleh Mufti Agung Oman dan Libya.
Pernyataan itu juga mendesak lembaga-lembaga Islam—yakni Al-Azhar, Persatuan Ulama Muslim Internasional, dan Liga Dunia Muslim—untuk tidak terpengaruh oleh retorika yang memusuhi rakyat Yaman, dan sebaliknya menyerukan adanya tekanan untuk mencabut blokade tersebut. []
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic