Caracas, MINA – Jumlah korban meninggal akibat dua gempa kuat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu kembali meningkat menjadi 4.829 jiwa, menurut data terbaru pemerintah Venezuela, Kamis (16/7).
Selain itu, 16.740 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara ribuan lainnya masih kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan yang meluas di sejumlah wilayah terdampak. Andolu melaporkan.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez mengatakan tim penyelamat masih terus melakukan pendataan dan evakuasi di daerah-daerah yang paling parah terdampak.
Meski operasi pencarian korban telah memasuki tahap lanjutan, pemerintah tetap membuka kemungkinan adanya penambahan jumlah korban seiring proses identifikasi dan pembersihan puing bangunan yang masih berlangsung.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Gempa berkekuatan besar yang terjadi secara beruntun itu menyebabkan kerusakan luas pada kawasan permukiman, fasilitas umum, jaringan transportasi, serta infrastruktur penting di sejumlah negara bagian pesisir utara Venezuela.
Ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara setelah rumah mereka hancur atau dinyatakan tidak layak huni. Pemerintah juga memperkirakan kebutuhan pembangunan kembali mencapai puluhan ribu unit rumah.
Di tengah upaya pemulihan, bantuan kemanusiaan dari berbagai negara mulai berdatangan. Turki mengirimkan sekitar 30 ton bantuan yang terdiri atas tenda, peralatan medis, dan perlengkapan darurat.
Sementara Uni Eropa mengumumkan tambahan bantuan kemanusiaan senilai 20 juta euro untuk mendukung layanan kesehatan, operasi pencarian dan penyelamatan, serta kebutuhan dasar para penyintas.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Bencana yang dipicu dua gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 7 itu menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern Venezuela. Selain korban jiwa, ribuan bangunan mengalami kerusakan berat, termasuk apartemen bertingkat, sekolah, rumah sakit, dan jaringan utilitas. Besarnya kerusakan juga memperberat tantangan pemerintah yang masih menghadapi tekanan ekonomi dan keterbatasan sumber daya dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah Venezuela menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak melalui pembangunan kembali permukiman, pemulihan layanan publik, serta penyaluran bantuan kepada para korban.
Berbagai organisasi internasional terus menyerukan peningkatan solidaritas global guna membantu jutaan warga yang terdampak bencana dan mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di negara Amerika Selatan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic