Caracas, MINA – Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah hingga mencapai 5.069 orang, per Sabtu (18/7), sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang atau menjalani perawatan akibat luka-luka.
Bertambahnya jumlah korban mencerminkan besarnya dampak bencana yang melanda negara Amerika Selatan tersebut sejak akhir Juni lalu. Anadolu melaporkan.
Otoritas Venezuela menyatakan proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak, terutama di negara bagian La Guaira dan kawasan sekitar Caracas yang mengalami kerusakan paling parah.
Tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan karena masih ada laporan warga yang belum ditemukan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Dua gempa kuat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu menyebabkan ratusan bangunan runtuh, merusak infrastruktur publik, serta memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan pembangunan kembali mencapai puluhan ribu unit rumah untuk menampung para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban. Uni Eropa, misalnya, telah menambah bantuan darurat untuk mendukung layanan kesehatan, penyediaan peralatan medis, serta operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga meluncurkan seruan pendanaan darurat guna membantu jutaan warga yang terdampak bencana.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Selain memenuhi kebutuhan pangan dan layanan kesehatan, bantuan internasional diarahkan untuk pemulihan infrastruktur dasar serta penyediaan tempat tinggal sementara bagi para penyintas.
Gempa berkekuatan besar tersebut menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern Venezuela.
Di tengah masih berlangsungnya proses evakuasi dan pemulihan, pemerintah bersama lembaga kemanusiaan terus mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat memperburuk kondisi di wilayah terdampak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic