Caracas, MINA – Update jumlah korban jiwa akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela hingga Ahad (12/7) terus bertambah hingga mencapai 4.333 orang.
Otoritas setempat menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah lokasi yang diyakini masih menyimpan kemungkinan adanya korban selamat. Anadolu melaporkan.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez mengatakan sedikitnya 16.740 orang mengalami luka-luka, sekitar 17.000 warga kehilangan tempat tinggal, dan 6.462 orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan.
Hingga kini, sebanyak 315 jenazah belum berhasil diidentifikasi, sementara tim forensik terus melakukan proses identifikasi korban.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pemerintah Venezuela juga melaporkan sebanyak 856 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa, termasuk 190 bangunan yang roboh total atau mengalami kerusakan struktural berat.
Berdasarkan estimasi awal, negara itu membutuhkan sekitar 25.000 unit rumah baru untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.
Sebagai bagian dari tahap pemulihan, pemerintah telah menyiapkan sekitar 584.000 meter persegi lahan di wilayah Osma dan Chuspa untuk pembangunan permukiman baru.
Wakil Presiden sementara Delcy Rodriguez dijadwalkan mulai menyerahkan 200 unit rumah pertama kepada para penyintas pada pekan depan sebagai langkah awal program rekonstruksi.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang terjadi hanya berselang puluhan detik itu merupakan salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern Venezuela.
Dampak gempa menghancurkan banyak kawasan di negara bagian pesisir La Guaira dan sekitarnya, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan lebih dari satu juta penduduk terdampak dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Meski proses evakuasi telah berlangsung selama lebih dari dua pekan, pemerintah menegaskan pencarian belum dihentikan karena masih terdapat beberapa titik yang berpotensi menyimpan korban selamat.
Bencana ini menjadi tantangan besar bagi Venezuela yang tengah menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan, sehingga dukungan internasional dinilai sangat penting untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic