Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan CPJ: Israel Paling Banyak Bunuh Jurnalis pada 2025

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 26 Februari 2026 - 14:04 WIB

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:04 WIB

8 Views ㅤ

CPJ menyebut Zionis Israel menjadi pihak yang paling banyak membunuh jurnalis pada 2025, dengan mayoritas korban berasal dari wilayah Palestina. (Foto: Palinfo)

Gaza, MINA – Laporan terbaru Committee to Protect Journalists (CPJ) menyebut Zionis Israel menjadi pihak yang paling banyak membunuh jurnalis pada 2025, dengan mayoritas korban berasal dari wilayah Palestina.

Data CPJ yang dirilis pada Rabu (25/2) menunjukkan sebanyak 129 jurnalis dan pekerja media gugur sepanjang 2025, angka tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1992. Lebih dari dua pertiga kematian jurnalis tersebut dikaitkan dengan agresi militer Zionis Israel.

Mengutip Palinfo, Direktur eksekutif CPJ, Jodie Ginsberg menegaskan jumlah jurnalis terbunuh kini mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menilai serangan terhadap jurnalis mencerminkan meningkatnya ancaman terhadap kebebasan pers secara global.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Laporan itu juga menyebut lebih dari tiga perempat kasus kematian jurnalis terjadi dalam konteks agresi militer, terutama di Jalur Gaza, menjadikannya wilayah paling mematikan bagi pekerja media dibanding konflik di Ukraina dan Sudan.

CPJ mencatat tren baru berupa meningkatnya penggunaan drone dalam pembunuhan jurnalis. Sebanyak 39 jurnalis tewas akibat serangan drone pada 2025, dan 28 di antaranya dikaitkan dengan militer Zonis Israel di Gaza.

Organisasi tersebut menilai banyak pembunuhan jurnalis terjadi secara sengaja dan diperparah budaya impunitas global, karena sebagian besar kasus tidak diselidiki secara transparan dan pelaku jarang dimintai pertanggungjawaban.

CPJ memperingatkan jika pelaku pembunuhan jurnalis terus dibiarkan bebas, maka kekerasan terhadap pers akan meningkat dan mengancam akses publik terhadap informasi di seluruh dunia.[]

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Amerika
Indonesia
Palestina