Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan penambahan area terbakar masih terjadi, salah satunya di Desa Rawa Sekip, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan luas sekitar 0,5 hektare.
Menurut Abdul, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dan operasi udara yang melibatkan BNPB bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut terus dioptimalkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api di wilayah terdampak.
“Upaya pencegahan karhutla perlu diperkuat dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di wilayah rawan, serta memastikan ketersediaan sumber air yang dapat diakses untuk penanganan dini,” kata Abdul.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau, sementara masyarakat diimbau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Selain itu, Abdul mengajak masyarakat untuk mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG, BPBD, dan instansi terkait mengenai kondisi cuaca serta potensi kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic