Manila, MINA – Mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi Filipina menggelar aksi protes menentang dugaan korupsi serta rencana pengurangan anggaran pendidikan dalam rancangan anggaran nasional 2027.
Aksi tersebut antara lain berlangsung di lingkungan Universitas Filipina (UP) Diliman, Quezon City, dan sejumlah kampus lainnya. Para mahasiswa menyuarakan tuntutan agar pemerintah memperkuat transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan negara.
Di UP Diliman, aksi yang digelar Jumat (18/9) menjadi bagian dari gerakan walkout mahasiswa. Mereka juga mempersoalkan rencana pengurangan anggaran universitas sekitar 2,95 miliar peso dalam rancangan anggaran 2027. PNA melaporkan.
Mahasiswa menilai pemangkasan anggaran pendidikan berpotensi berdampak terhadap layanan dan program perguruan tinggi. Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap dugaan korupsi dalam proyek-proyek pemerintah, termasuk proyek pengendalian banjir.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di sisi lain, pemerintah Filipina menyatakan rancangan anggaran 2027 tetap menyediakan sejumlah alokasi untuk sektor pendidikan. Departemen Pendidikan dan Departemen Anggaran dan Manajemen menyebut tersedia 31,22 miliar peso untuk mengisi 64.530 posisi guru yang telah mendapat otorisasi anggaran.
Aksi mahasiswa tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerakan yang lebih luas menjelang demonstrasi antikorupsi di Filipina pada 21 September.
Kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil menyerukan transparansi serta pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran negara, sementara pemerintah menghadapi tuntutan untuk memastikan hak menyampaikan pendapat secara damai tetap terlindungi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic