Bogota, MINA – Mantan Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Ahad (23/8) mengatakan bahwa menjalin hubungan dengan Israel saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih berkuasa sama saja dengan “mendukung genosida di Gaza.”
Dalam sebuah pesan video, Petro menyoroti sebagian besar korban tewas di Gaza, tempat Israel terus melancarkan serangan, adalah perempuan dan bayi. Anadolu melaporkan.
“Menjalin hubungan dengan Israel saat pemerintahan Netanyahu berkuasa berarti mendukung genosida yang telah menewaskan 22.000 bayi,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa Kolombia juga pernah mengalami “genosida” di masa lalu dan menegaskan “umat manusia tidak boleh membiarkan terjadinya Holocaust baru di dunia.”
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Pada 3 Mei 2024, Kolombia mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel akibat serangan negara tersebut terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Pada 23 Mei 2024, Petro menginstruksikan pihak berwenang untuk membuka Kedutaan Besar Kolombia di Ramallah.
Dalam sebuah pernyataan pada 21 Juli, Petro menyebut janji Pemerintah baru Kolombia untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai “penghinaan terhadap kehormatan nasional.” []
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic