Jakarta, MINA – Indonesia kembali berduka setelah kabar wafatnya Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia periode 1993-1998. Tokoh militer dan negarawan senior itu mengembuskan napas terakhir pada Senin (2/3) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang menyatakan pihaknya telah meminta jajarannya memberikan perhatian terbaik pada almarhum hingga akhir hayatnya. Jenazah Try Sutrisno dipastikan akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat sebelum dimakamkan dengan penghormatan kenegaraan.
Ucapan duka cita mengalir dari berbagai kalangan. Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan penghormatan dan kenangan terhadap Try Sutrisno sebagai sosok panutan serta teladan bagi institusi keamanan negara.
Beberapa pejabat tinggi militer dan tokoh publik bahkan datang melayat langsung ke rumah duka, menandai besarnya penghormatan terhadap jasa almarhum.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Selain dikenal di dunia politik, Try Sutrisno juga dikenang dalam dunia olahraga Indonesia. Di masa kepemimpinannya di organisasi bulutangkis nasional, ia turut berperan mendukung prestasi yang membawa Indonesia meraih dua medali emas di ajang Olimpiade 1992, sebuah tonggak sejarah bagi prestasi olahraga tanah air.
Pernyataan resmi dari Istana menyebut Try Sutrisno sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya bagi negara dengan dedikasi tinggi, baik di jalur militer maupun pemerintahan.
Pernyataan keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf semasa hidup almarhum dan berharap amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935, memiliki karier panjang dalam militer dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), serta kemudian Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Soeharto dari 11 Maret 1993 hingga 11 Maret 1998.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Kiprahnya mencakup peran strategis dalam berbagai dinamika nasional serta kontribusi terhadap stabilitas politik dan pertahanan negara di era Orde Baru. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic