Rabat, MINA – Kerajaan Maroko secara resmi menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang beroperasi di Jalur Gaza, dalam langkah yang mencerminkan keterlibatan langsung Maroko dalam pengaturan keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Upacara penandatanganan berlangsung di Rabat, Rabu (15/7), dihadiri oleh para pemimpin politik dan militer tingkat tinggi Maroko serta perwakilan internasional. Jaridah Al-Quds melaporkan.
Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, memimpin pertemuan bersama pejabat senior Angkatan Bersenjata Kerajaan.
Turut hadir Nickolay Mladenov, utusan Dewan Perdamaian untuk Gaza, serta delegasi militer dari kepemimpinan Pasukan Stabilisasi Internasional.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Kontribusi Keamanan dan Kemanusiaan
Direktorat Pertahanan Nasional Maroko menyatakan bahwa perjanjian tersebut sejalan dengan visi strategis Kerajaan untuk berkontribusi pada perdamaian regional.
Partisipasi Maroko akan mencakup pengiriman unit khusus yang terdiri dari perwira militer berpangkat tinggi, anggota Gendarmerie Kerajaan, dan polisi, serta pendirian rumah sakit lapangan militer terpadu di Gaza.
Kepemimpinan Pasukan Stabilisasi Internasional menyambut baik Maroko, dan menilai pengalaman Rabat dalam operasi kemanusiaan dan pemeliharaan perdamaian sebagai tambahan kualitatif bagi misi tersebut.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Pejabat internasional menyatakan bahwa partisipasi Maroko akan berkontribusi efektif dalam menstabilkan ketenangan dan memfasilitasi operasi bantuan.
Langkah ini terjadi di tengah hubungan diplomatik Maroko-Israel yang telah terjalin sejak 2020 dalam kerangka perjanjian trilateral dengan Amerika Serikat.
Rabat secara konsisten menekankan bahwa hubungan ini melayani upaya perdamaian dan mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel secara adil dan langgeng. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic