Washington, MINA – Mayoritas warga Amerika Serikat dilaporkan tidak lagi mempercayai Presiden Donald Trump, dengan sekitar enam dari sepuluh responden menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerjanya di tengah meningkatnya tekanan politik dan ekonomi.
Hasil jajak pendapat terbaru yang diterbitkan oleh The Washington Post baru-baru ini menunjukkan sekitar 60 persen warga AS menilai kepemimpinan Trump tidak memuaskan, sementara tingkat persetujuan publik berada di kisaran 37–40 persen. Angka ini menandai penurunan signifikan dibanding awal masa jabatan keduanya.
Penurunan kepercayaan ini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi, lonjakan biaya hidup, serta penanganan konflik luar negeri, khususnya ketegangan dengan Iran. Survei juga mencatat sebagian besar responden menilai kebijakan pemerintah belum mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat.
Selain itu, isu kredibilitas dan kepemimpinan turut menjadi sorotan publik. Sejumlah survei menunjukkan mayoritas warga mempertanyakan kejujuran serta arah kebijakan pemerintahan saat ini, yang dinilai semakin jauh dari harapan sebagian besar masyarakat Amerika.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Di sisi lain, meski tingkat ketidakpuasan tinggi, dukungan terhadap Trump masih cukup kuat di kalangan basis Partai Republik. Namun, kelompok independen yang sebelumnya menjadi penentu kemenangan dalam pemilu mulai menunjukkan penurunan dukungan yang cukup tajam.
Kondisi ini dapat berdampak signifikan terhadap peta politik menjelang pemilu paruh waktu 2026. Dengan meningkatnya ketidakpercayaan publik, Partai Republik menghadapi tantangan untuk mempertahankan dominasi, sementara Partai Demokrat juga dituntut menghadirkan alternatif kebijakan yang lebih meyakinkan bagi pemilih. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic