Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Sosial Dinilai Jadi Kekuatan Baru Kendalikan Cara Berpikir Masyarakat

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 21 Juni 2026 - 00:09 WIB

Ahad, 21 Juni 2026 - 00:09 WIB

41 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Media sosial kini dinilai tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi dan berbagi informasi, melainkan telah berkembang menjadi kekuatan baru yang memengaruhi bahkan mengendalikan cara masyarakat hingga politisi berpikir dan bertindak.

Pandangan tersebut disampaikan dalam peluncuran dan bedah buku Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma karya Liza Fitriani dan Alfarisi Thalib yang digelar di Gedung ICMI Center, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6).

Dalam sambutannya, Alfarisi Thalib mengungkapkan bahwa algoritma media sosial telah melahirkan bentuk kekuasaan baru yang bekerja secara tidak terlihat, namun memiliki pengaruh besar terhadap arus informasi yang diterima publik setiap hari.

Menurutnya, algoritma menentukan dan merekomendasikan berbagai konten yang muncul di beranda pengguna, sehingga secara tidak langsung memengaruhi pola pikir dan cara pandang masyarakat terhadap berbagai isu.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

“Algoritma merekomendasikan konten-konten apa yang harus kita tonton. Mau tidak mau kita harus tonton, dan secara tidak langsung dalam kondisi itulah paradoks tadi terjadi,” ujar Alfarisi.

Ia menjelaskan, banyak pengguna media sosial meyakini bahwa informasi yang mereka konsumsi merupakan hasil pilihan pribadi. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar konten yang tampil telah melalui proses seleksi dan rekomendasi oleh sistem algoritma platform digital.

“Sering kali kita merasa bebas memilih informasi. Padahal apa yang muncul di layar kita sudah dipilihkan oleh sistem berdasarkan berbagai pertimbangan algoritmik,” katanya.

Alfarisi menilai fenomena tersebut menjadi tantangan baru dalam komunikasi politik di era digital. Algoritma tidak hanya berfungsi sebagai teknologi pengatur lalu lintas informasi, tetapi juga berpotensi membentuk opini publik, preferensi politik, hingga perilaku sosial masyarakat.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu memahami cara kerja algoritma dan lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di ruang digital.

Peluncuran buku Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma menghadirkan akademisi, praktisi komunikasi, serta pegiat media yang membahas dampak perkembangan teknologi digital terhadap dinamika komunikasi politik di Indonesia.

Melalui buku tersebut, para penulis berupaya memberikan pemahaman mengenai bagaimana algoritma media sosial bekerja dan memengaruhi proses komunikasi politik, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap mekanisme yang membentuk arus informasi di era digital. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda