Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memakmurkan Masjid di Era Digital untuk Pembebasan Al-Aqsa

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 30 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Ahad, 30 Agustus 2026 - 16:04 WIB

19 Views ㅤ

Masjid dengan fasilitas digital videotron. (JamAdzan)

DI ERA digital yang serba instan ini, tantangan memakmurkan masjid bukan lagi sekadar membangun tembok dan atap. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana masjid tetap relevan sebagai pusat komando umat, sebagaimana zaman Nabi—di tengah gempuran arus informasi dan distraksi digital.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ

“Apabila kalian melihat seseorang yang membiasakan diri (datang) ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia adalah orang beriman.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim).

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri

Hadits ini bukan sekadar tentang kebiasaan fisik. Ini tentang loyalitas. Masjid di era digital harus mampu membangun loyalitas yang lebih kuat daripada algoritma media sosial.

Mari sejenak menoleh ke belakang. Masjid Nabawi di zaman Nabi bukanlah tempat yang hening dan eksklusif untuk ritual sunyi. Masjid adalah Pusat pendidikan tempat para sahabat belajar ayat demi ayat, Aula strategi perang tempat keputusan jihad digodok, Posko kemanusiaan tempat menerima tamu dan menampung fakir miskin, Gedung olahraga tempat latihan memanah dan berkuda, Pengadilan tempat sengketa diselesaikan secara adil, serta Pusat dakwah internasional tempat utusan-utusan dari berbagai negeri diterima.

Bahkan, tawanan perang Badar pun ditahan di serambi masjid sebelum ditebus. Begitu sentralnya masjid, sehingga semua urusan umat berporos pada masjid.

Masjid adalah markas besar perjuangan Nabi. Dari masjid, peradaban Islam diluncurkan ke seluruh penjuru dunia.

Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri

Masjid Era Digital

Sekarang, bagaimana kita menghidupkan kembali ruh kepemimpinan masjid di era digital? Salah satu urgen yang paling mendesak adalah pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Palestina, yang saat ini masih dalam cengkeraman penjajahan Zionis.

Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam, tanah yang diberkahi, dan tempat Isra’ Mi’raj Rasulullah. Allah berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya….” (QS. Al-Isra: 1)

Keterlibatan masjid-masjid di dunia dalam perjuangan Al-Aqsa bukanlah pilihan, melainkan kewajiban historis dan spiritual. Maka, di era digital ini, masjid dapat menggerakkan berbagai program strategis, di antaranya:

  1. Kajian Rutin 

Setiap masjid dapat mengadakan kajian pekanan tentang sejarah, keutamaan, dan fikih pembebasan Al-Aqsa. Menggugah kesadaran umat bahwa Al-Aqsa bukan sekadar simbol, tetapi tanah yang dijanjikan akan kembali ke pangkuan umat Islam.

  1. Penerbitan dan Literatur 

Masjid dapat memiliki pustaka mini atau mading khusus yang memuat: Sejarah perjuangan Palestina dari perspektif Islam, Biografi para mujahid pembebas Al-Aqsa seperti Salahuddin Al-Ayyubi dan Nuruddin Zanki, Analisis geopolitik tentang pentingnya Al-Aqsa bagi umat Islam, serta Infografis tentang pelanggaran Zionis di kompleks Al-Aqsa.

Baca Juga: Adab di Majelis Ilmu: Hormat Itu Keren, Bukan Feodal

Mading ini tidak hanya berisi jadwal shalat, tetapi juga informasi perjuangan umat yang menggugah semangat jihad.

  1. Website dan Medsos 

Di sinilah peran digital menjadi sangat strategis. Setiap masjid bisa memiliki Website dengan rubrik khusus “Berita Al-Aqsa”, “Doa untuk Palestina”, atau “Kajian Live Streaming”.

Masjid punya juga Akun media sosial (Instagram, YouTube, TikTok, Twitter/X) yang rutin mengunggah: video pendek tentang keutamaan Al-Aqsa, infografis statistik pengungsi dan korban di Gaza, serta seruan aksi booster doa pada waktu-waktu mustajab.

Masjid bisa menjadi Media Center Perlawanan, bukan dengan senjata fisik, tetapi dengan senjata informasi dan kesadaran.

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Kaji Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari di Kawasan Samudra Hindia

  1. Penggalangan Dana 

Masjid dapat menjadi posko pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah yang disalurkan untuk: bantuan kemanusiaan Gaza, pembangunan kembali sekolah dan rumah sakit yang dibom, serta perlindungan anak-anak yatim Palestina.

Manajemen Digital 

Untuk menjalankan semua ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tidak bisa lagi bekerja dengan pola tradisional.

Mereka harus menguasai: Manajemen konten digital (mengelola website dan medsos), publikasi kegiatan secara real-time, pelaporan keuangan ZIS yang transparan untuk kepercayaan public, serta jaringan kerjasama dengan masjid-masjid lain secara nasional dan internasional.

Baca Juga: SMART 171 Gelar Edukasi Boikot Produk Israel di SDIT Khairu Ummah Sumedang

DKM harus merangkul generasi milenial dan Gen Z yang paham teknologi, tapi tetap menjaga ruh keislaman yang kuat.

Untuk itu, marilah kita makmurkan masjid kita, bukan hanya untuk memperindah bangunan, tetapi untuk mengembalikan peran kepemimpinan umat, sama seperti yang diajarkan Nabi di Masjid Nabawi. Dan di antara misi terbesar kita hari ini adalah membebaskan Al-Aqsa dan Palestina dari penjajahan, dengan doa, dengan dakwah, dengan harta, dan dengan seluruh potensi yang Allah titipkan kepada kita, melalui fungsi dakwah dan sosial masjid.

Karena pembebasan Al-Aqsa dimulai dari pembebasan pikiran dan hati, dan itu semua disuarakan dari masjid. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Meski Masih Kondisi Perang, Gaza Kembali Gelar Ujian Sekolah

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Khutbah Jumat
Dunia Islam
MINA Edu