Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 2.900 Anak Gaza Hilang Tertimbun Reruntuhan Bangunan akibat Serangan Israel

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Senin, 6 April 2026 - 06:02 WIB

Senin, 6 April 2026 - 06:02 WIB

51 Views ㅤ

Anak Palestina di Jalur Gaza menangisi orangtuanya yang syahid oleh serangan pasukan Zionis Israel. (Foto: WAFA)

Gaza, MINA – Lebih dari 2.900 anak hilang di Gaza akibat serangan Zionis Israel, menurut laporan Pusat Palestina untuk Orang Hilang dan Korban Penghilangan Paksa.

Dalam pernyataannya bertepatan dengan Hari Anak Palestina pada 5 April, lembaga tersebut menyebutkan bahwa anak hilang di Gaza akibat serangan Zionis Israel menjadi bagian dari tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Mengutip Palinfo, Senin (6/4).

Data menunjukkan sekitar 2.700 anak masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Zionis Israel, dari total sekitar 8.000 orang hilang di Gaza.

Selain itu, tercatat lebih dari 21.510 anak syahid dalam 29 bulan agresi Zionis Israel di Gaza, mencerminkan besarnya dampak serangan terhadap kelompok paling rentan.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Pusat tersebut menegaskan, kondisi ini menunjukkan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana anak-anak Gaza menghadapi kematian, kehilangan, dan penghilangan paksa akibat serangan Zionis Israel yang terus berlanjut.

Lebih lanjut, sekitar 200 anak dilaporkan hilang tanpa jejak di berbagai wilayah Gaza.

Lembaga itu menyebutkan, anak-anak tersebut kemungkinan menjadi korban penghilangan paksa oleh militer Zonis Israel atau tewas tanpa dapat ditemukan jasadnya.

Laporan juga mengungkap, sebagian besar anak hilang di Gaza akibat serangan Zionis Israel terjadi ketika mereka sedang menuju titik distribusi bantuan kemanusiaan atau berusaha mendapatkan makanan di wilayah berisiko tinggi.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Sebagian lainnya dilaporkan hilang saat mengumpulkan kayu bakar atau kembali ke rumah mereka yang telah hancur, demi mencari barang yang bisa digunakan untuk bertahan hidup di tengah krisis.

Pusat HAM tersebut menegaskan, ribuan anak yang masih tertimbun reruntuhan merupakan pelanggaran serius terhadap martabat manusia dan hukum humaniter internasional.

Selain itu, kesaksian dari tahanan yang dibebaskan menunjukkan bahwa sejumlah anak mengalami pelanggaran berat selama penahanan, sementara nasib anak-anak lainnya masih belum diketahui hingga kini.

Pusat tersebut menyerukan tindakan internasional segera untuk menghentikan tragedi anak hilang di Gaza akibat serangan Zionis Israel, termasuk membuka koridor aman bagi tim penyelamat dan mempercepat evakuasi korban dari reruntuhan.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mereka juga menuntut investigasi internasional independen terhadap kasus penghilangan paksa anak-anak di Gaza serta mendesak pengungkapan nasib seluruh anak yang hilang atau ditahan.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Indonesia
Palestina