Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendagri Akui Sejuumlah Pemda Kekurangan Anggaran Tangani Banjir

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 3 Desember 2025 - 17:23 WIB

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:23 WIB

8 Views ㅤ

Mendagri Tito Karnavian (foto: Setneg)

Jakarta, MINA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui sejumlah pemerintah daerah kekurangan anggaran dalam menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga Provinsi (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat). Banyak kepala daerah, yang mengeluhkan keterbatasan anggaran sehingga penanganan darurat di lapangan tidak dapat dilakukan secara optimal.

Tito menjelaskan bahwa pada situasi bencana, daerah biasanya mengandalkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Namun, memasuki akhir tahun, sebagian besar daerah tidak lagi memiliki anggaran yang cukup untuk menanggulangi kebutuhan mendesak, mulai dari evakuasi warga, penyediaan logistik, hingga pemulihan awal pascabencana.

“Beberapa kepala daerah menyampaikan bahwa anggaran mereka sudah sangat terbatas. BTT yang biasanya digunakan untuk keadaan darurat sudah menipis,” ujar Tito dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Selasa (2/12).

Menurutnya, pemerintah pusat tengah mengoordinasikan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan daerah tidak bekerja sendirian menghadapi bencana yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Tito menegaskan pentingnya respons cepat dan terpadu agar keselamatan warga menjadi prioritas.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Banjir bandang dan longsor dalam beberapa hari terakhir telah merendam permukiman, merusak infrastruktur, serta memaksa ribuan warga mengungsi. Situasi ini menuntut kehadiran negara secara penuh di tengah masyarakat yang sedang kesulitan.

Dalam konteks solidaritas kemanusiaan dan keadilan sosial yang selalu menjadi perhatian publik, termasuk mereka yang bersuara lantang membela hak-hak rakyat tertindas di berbagai belahan dunia seperti Palestina, situasi bencana di dalam negeri juga menjadi pengingat pentingnya sistem perlindungan yang kuat bagi semua warga.

Tito menegaskan pemerintah pusat akan memastikan bantuan tambahan dapat segera menjangkau daerah terdampak, sambil mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan jangka panjang menghadapi bencana hidrometeorologi yang cenderung meningkat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Rekomendasi untuk Anda