Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu Iran ke Beijing Bahas Perkembangan Kawasan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 16 September 2026 - 10:04 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 10:04 WIB

36 Views ㅤ

Menlu Iran Abbas Araghchi (foto: AA)

Beijing, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan mengunjungi Beijing, China, Rabu (16/9), untuk bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika dampak perang Iran-Amerika Serikat (AS) terhadap kemampuan militer Washington, termasuk persediaan amunisi dan sejumlah pesawat tempur, mulai terungkap lebih luas. Anadolu melaporkan.

Kementerian Luar Negeri China mengumumkan kunjungan Araghchi pada Selasa (15/9). Dalam keterangannya, Beijing menyebut Wang Yi akan mengadakan pembicaraan dengan Araghchi mengenai perkembangan kawasan dan persoalan internasional. Pertemuan itu menjadi bagian dari intensifikasi komunikasi diplomatik di tengah konflik yang masih berlangsung.

Kunjungan Araghchi berlangsung ketika China terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Beijing memiliki hubungan politik dan ekonomi yang erat dengan Teheran serta berkepentingan terhadap stabilitas kawasan, terutama keamanan jalur perdagangan dan energi di Timur Tengah.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Di sisi lain, laporan terbaru Lead Inspector General Departemen Pertahanan AS mengenai Operation Epic Fury mengungkap besarnya penggunaan amunisi selama operasi militer terhadap Iran.

Dampak perang terlihat pada pangkalan militer AS. Laporan pengawas Pentagon menyebut serangan Iran merusak atau menghancurkan ratusan bangunan dan struktur di sejumlah pangkalan AS yang tersebar di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania.

Dari sisi pembiayaan, laporan pengawas Pentagon memperkirakan biaya Operation Epic Fury mencapai sekitar 33,4 miliar dolar AS hingga periode yang dihitung dalam laporan tersebut.

Sementara itu, laporan Congressional Budget Office pada 15 September memperkirakan biaya perang telah mencapai 38 miliar dolar AS hingga 1 Agustus dan dapat bertambah sekitar tiga miliar dolar AS per bulan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

CBO juga memperkirakan penggunaan besar-besaran persenjataan AS dapat membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk memulihkan sejumlah persediaan amunisi.

Pentagon sendiri menyatakan masih memiliki kapasitas militer yang memadai, sehingga angka dan implikasi mengenai kesiapan militer AS tetap perlu dibaca dalam konteks perbedaan penilaian antarlembaga.

Kunjungan Araghchi ke Beijing juga berlangsung menjelang kemungkinan pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump.

Situasi tersebut membuat komunikasi China dengan Iran mendapat perhatian lebih besar, terutama karena Beijing berupaya mendorong penyelesaian diplomatik sementara Washington menghadapi konsekuensi militer dan ekonomi dari perang yang telah berlangsung berbulan-bulan. []

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda