Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu Iran Tolak Temui Utusan AS di Pakistan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 25 April 2026 - 17:35 WIB

Sabtu, 25 April 2026 - 17:35 WIB

48 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Press TV)

Islamabad, MINA — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan, Jumat (24/4) namun ia menegaskan tidak akan bertemu dengan perwakilan Amerika Serikat (AS) dalam kunjungan tersebut.

Sikap ini menunjukkan Iran masih menjaga jarak dalam proses diplomasi di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda. Anadolu melaporkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa kunjungan tersebut difokuskan pada pertemuan dengan pejabat Pakistan, bukan untuk dialog langsung dengan AS.

Iran menegaskan bahwa tidak ada agenda pertemuan bilateral dengan delegasi Washington, meskipun sejumlah utusan AS juga dijadwalkan berada di Islamabad.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Kedatangan Araghchi berlangsung di tengah upaya Pakistan memediasi konflik antara Iran dan AS. Pemerintah Pakistan disebut terus mendorong dialog guna meredakan ketegangan, terutama setelah perundingan sebelumnya gagal mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, pihak AS melalui Gedung Putih sebelumnya menyatakan optimisme terhadap kemungkinan kemajuan diplomasi. Washington bahkan mengirim utusan khusus ke Pakistan untuk membuka peluang perundingan lanjutan dengan Teheran, meski respons Iran masih menunjukkan kehati-hatian.

Pengamat menilai sikap Iran yang menolak pertemuan langsung mencerminkan strategi diplomasi selektif di tengah tekanan geopolitik, termasuk dampak konflik militer dan sanksi ekonomi yang masih berlangsung. Pakistan sendiri dipandang sebagai mediator penting karena memiliki hubungan relatif baik dengan kedua pihak.

Situasi ini menegaskan bahwa proses diplomasi Iran-AS masih menghadapi jalan panjang. Meski terdapat upaya mediasi, perbedaan kepentingan dan dinamika konflik di kawasan Timur Tengah membuat peluang kesepakatan jangka pendek masih belum pasti. []

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda