Menteri Agama: KTT OKI Upaya Nyata Pembebasan Al-Aqsha

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rana/MINA)
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 24 Jumadil Awwal 1437/3 Maret 2016 (MINA) – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang akan digelar di Jakarta pada 6-7 Maret mendatang dapat memiliki pengaruh besar pada usaha nyata dalam pembebasan Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds, Palestina.

“KTT ini hanya akan membahas masalah Palestina saja. Tentu hal ini akan menjadi sesuatu yang amat penting mengingat kondisi Masjid Al-Aqsha saat ini memprihatinkan. Dan kami berharap dengan adanya KTT ini, usaha pembebasan Masjid Al-Aqsha bisa cepat terealisasi,” kata Lukman kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) usai talk show di Islamic Book Fair (IBF) 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (3/3).

Lukman mengatakan, pihaknya ingin mengumpulkan negara-negara OKI untuk bersatu padu dalam satu tujuan nyata guna menyelamatkan Masjid Al-Aqsha yang saat ini masih dalam pendudukan Israel.

“Usaha dari adanya KTT ini juga merupakan langkah nyata kaum Muslimin untuk mempertahan Masjid Al-Aqsha sebagai masjid umat Islam yang memiliki sejarah hebat dari waktu yang sangat lama,” ujarnya.

KTT Luar Biasa OKI 2016 dilatarbelakangi berbagai perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds atau Yerusalem. Proses negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan berarti.

Sementara otoritas dan pemukim ilegal Israel terus menggunakan kekerasan yang melampaui batas terhadap warga sipil Palestina  dan membatasi akses mereka ke Masjid Al-Aqsha.

Konferensi ini pun digelar sebagai bentuk sikap negara-negara OKI terhadap peristiwa tersebut. Dengan tema “United for a Just Solution” KTT LB OKI 2016 mencoba mendorong pesan persatuan baik bagi rakyat Palestina maupun bagi negara-negara OKI.

Lebih lanjut, Lukman menegaskan, dalam KTT ini, pemerintah Indonesia mengimbau kepada rakyat Palestina untuk bersatu padu dalam usaha mempertahakan Masjid Al-Aqsha.

“Kami mengharapkan antara Hamas dan Fatah dapat bersatu bersama berbagai elemen yang ada di sana. Hal ini jelas sebagai langkah nyata untuk memperkuat usaha pembebasan Al-Aqsha selain melalui KTT ini,” tegasnya.

Saat ditanya tentang kemungkinan kaum Muslimin dunia untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha, Lukman menegaskan bahwa mengunjungi Al-Aqsha adalah suatu keniscayaan bagi kaum Muslimin di mana pun ia berada.

“Masjid Al-Aqsha adalah salah satu dari tiga masjid yang diperintahkan langsung oleh Rasulullah untuk dikunjungi, sehingga kami berharap, kaum Muslimin dunia bisa leluasa untuk beribadah di sana, bukan saja Muslim dunia, tapi juga Muslim di Palestina harus memiliki keleluasaan untuk menjalankan ibadah di sana,” imbuhnya.

Lukman mendesak pendudukan Israel untuk segera membebaskan Masjid Al-Aqsha dan menyerahkannya kepada kaum Muslimin.

“Saya tidak bisa membayangkan ada kaum Muslimin yang hidup dekat Masjid Al-Aqsha, tapi mereka tidak bisa beribadah di sana, maka untuk itu kami mendesak Israel untuk segera membebaskan Palestina,” pungkasnya. (L/ima/anj/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)