Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Haji Gus Irfan Tegur Keras Saudia Airlines atas Insiden Penundaan Penerbangan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 28 April 2026 - 15:59 WIB

Selasa, 28 April 2026 - 15:59 WIB

23 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) melayangkan teguran keras kepada Saudia Airlines setelah insiden pendaratan darurat yang melibatkan pesawat pengangkut jamaah haji Indonesia.

Teguran tersebut disampaikan menyusul gangguan pada dua penerbangan haji yang terpaksa mendarat darurat di sejumlah bandara, sehingga menghambat jadwal keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci.

Menhaj menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jamaah merupakan prioritas utama. Ia meminta maskapai bertanggung jawab penuh serta memastikan seluruh hak jamaah tetap terpenuhi, termasuk pelayanan, konsumsi, hingga penjadwalan ulang penerbangan.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi akibat kendala teknis pada pesawat, yang menyebabkan satu penerbangan harus menjalani perbaikan, sementara penerbangan lain tertunda dan membutuhkan penggantian armada.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Pemerintah Indonesia juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat fase keberangkatan haji merupakan periode krusial dengan mobilitas jamaah yang sangat tinggi. Evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan armada dan manajemen operasional maskapai pun didorong segera dilakukan.

Selain itu, otoritas haji menekankan pentingnya koordinasi antara maskapai, otoritas bandara, dan penyelenggara haji agar setiap kendala dapat ditangani cepat tanpa mengganggu rangkaian ibadah jamaah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan transportasi haji terus menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat kompleksitas logistik yang melibatkan ratusan ribu jamaah dari Indonesia setiap musimnya.

Pengamat penerbangan menilai, insiden pendaratan darurat memang dapat terjadi dalam dunia aviasi, namun kesiapan mitigasi dan komunikasi kepada penumpang menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Hingga saat ini, pemerintah memastikan seluruh jamaah yang terdampak tetap dalam kondisi aman dan terus mendapatkan pendampingan dari petugas haji di lapangan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan tinggi dalam penyelenggaraan penerbangan haji, yang melibatkan perjalanan jarak jauh dengan tingkat risiko operasional yang tidak ringan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia