Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kloter Perdana Haji Indonesia Pulang, Menteri Haji Minta Maaf atas Kekurangan Layanan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 1 Juni 2026 - 20:37 WIB

Senin, 1 Juni 2026 - 20:37 WIB

82 Views ㅤ

Jeddah, MINA – Fase pemulangan jamaah haji Indonesia resmi dimulai dengan keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama menuju Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi Senin (1/6). Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf secara langsung melepas kepulangan perdana jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji yang akrab disapa Gus Irfan menyambangi jamaah yang tergabung dalam kloter SUB-01 asal Embarkasi Surabaya. Ia menyapa, berdialog, serta menyalami para jamaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji selama sekitar 40 hari di Tanah Suci.

Gus Irfan juga mendoakan agar seluruh jamaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan memperoleh predikat haji mabrur.

Saat prosesi pelepasan berlangsung, Gus Irfan turut menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kendala pelayanan yang masih dirasakan jamaah selama musim haji tahun ini.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Ia mengakui masih terdapat beberapa kekurangan, termasuk persoalan keterlambatan layanan, kondisi tenda yang padat, hingga fasilitas istirahat yang belum sepenuhnya sesuai harapan jamaah.

Meski demikian, pemerintah menegaskan telah berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji.

Dalam momen yang berlangsung penuh haru tersebut, Menteri Haji secara simbolis mengalungkan syal kepada perwakilan jamaah sebelum mereka memasuki area keberangkatan. Banyak jamaah juga tampak antusias mengabadikan momen bersama Menteri Haji sebelum kembali ke Tanah Air.

Pemulangan kloter pertama menjadi penanda dimulainya fase kepulangan ratusan ribu jamaah haji Indonesia dari Arab Saudi.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan hingga jamaah tiba di daerah masing-masing.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Pada musim haji tahun ini, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek layanan, termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi, dan pelayanan di Arafah, Muzdalifah, serta Mina.

Evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan haji pada musim-musim berikutnya agar kualitas pelayanan kepada jamaah Indonesia semakin meningkat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda