Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Keamanan Nasional Israel Dilempari Batu Warga Palestina di Negev

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 29 Desember 2025 - 20:59 WIB

Senin, 29 Desember 2025 - 20:59 WIB

2 Views ㅤ

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. (Foto: dok MINA)

Negev, MINA — Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ke sebuah desa Badui Palestina di wilayah Negev berakhir ricuh setelah ia dilempari batu oleh warga setempat yang menolak kehadirannya, dalam salah satu simbol protes paling terang terhadap pendekatan keras pemerintah Israel yang selama ini dinilai mencederai hak dan martabat warga Palestina.

Insiden itu terjadi Minggu kemarin di Desa Tarabin, di mana ketegangan sudah memuncak setelah operasi aparat keamanan Israel memasuki kawasan tersebut dan melakukan penangkapan terhadap sejumlah penduduk lokal, yang memantik kemarahan warga.  Wafa melaporkan, Senin (29/12).

Ben-Gvir yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan dan pendukung kebijakan keamanan ekstrem dalam kabinet Israel datang dengan pengawalan polisi untuk meninjau langsung kegiatan patroli dan razia di desa tersebut.

Namun kehadirannya justru disambut dengan aksi lemparan batu oleh puluhan warga Tarabin yang berkumpul mempertahankan tanah kelahiran mereka dari intervensi militer dan aparat keamanan. Kejadian cepat berubah menjadi bentrokan antara warga dan petugas, memaksa Ben-Gvir dievakuasi di bawah perlindungan ketat polisi sebelum suasana benar-benar tak terkendali.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan momen Ben-Gvir terkena lemparan batu saat mencoba bergerak di tengah kerumunan, menggambarkan betapa dalamnya resistensi Palestina atas kehadiran pejabat yang identik dengan kebijakan represif.

Pasukan keamanan Israel kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga yang marah, sementara belum ada penjelasan resmi terkait jumlah korban luka maupun tindakan lanjutan terhadap warga yang terlibat dalam protes tersebut.

Insiden ini mencerminkan kekesalan publik Palestina terhadap strategi keamanan Israel yang sering kali berujung pada penindasan dan pelanggaran hak asasi di wilayah pendudukan, terutama saat pejabat pemerintah datang untuk meninjau operasi yang dipandang sebagai provokasi langsung oleh komunitas lokal.   []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda