Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meraih Berkah Bulan Rajab

Ali Farkhan Tsani Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 28 Desember 2025 - 22:07 WIB

Ahad, 28 Desember 2025 - 22:07 WIB

8 Views ㅤ

Ilustrasi: masjid di pinggir laut saat bulan purnama. (Gambar: Dreamina)

BULAN Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rajab termasuk dalam asyhurul hurum (bulan-bulan haram), yaitu bulan yang memiliki kehormatan dan keutamaan khusus.

Allah berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa..” (Q.S. At-Taubah: 36).

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

Empat bulan haram itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada  bulan-bulan tersebut, pahala kebaikan dilipatgandakan dan dosa pun lebih berat akibatnya. Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, berbuat kebaikan,  dan menjauhi maksiat, khususnya di bulan Rajab.

Rajab adalah bulan persiapan menuju Sya’ban dan Ramadhan. Rasulullah ﷺ memberikan isyarat penting tentang posisi Sya’ban dan Ramadhan melalui sabdanya:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan.” (H.R. An-Nasa’i).

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

Jika bulan Sya’ban saja sering dilalaikan, maka bulan Rajab seharusnya menjadi titik awal untuk membangunkan kesadaran iman.

Karena itu para ulama salaf menyebut, Rajab adalah bulan membersihkan diri, Sya’ban bulan memperindah amal, dan Ramadhan bulan menuai pahala.

Pada bulan Rajab pula, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, shalat sunnah, puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki niat dan akhlak. Jangan sampai kita berharap ampunan dan keberkahan Ramadhan, sementara Rajab kita lewati tanpa perubahan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan doa yang sering dibaca para ulama dan kaum muslimin ketika memasuki bulan Rajab:

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

Doa ini mencerminkan harapan agar usia, iman, dan amal kita diberi keberkahan hingga mampu meraih kemuliaan bulan suci Ramadhan.

Karena itu, marilah kita jadikan bulan Rajab ini sebagai kesempatan emas dalam berbuat baik, beramal shalih, dan berjuang di jalan Allah. Sayang sekali jika bulan yang mulia ini berlalu begitu saja tanpa makna. Mari kita raih keberkahannya dengan amal terbaik, sebagai bekal menyambut Ramadhan dengan hati yang siap dan iman yang kuat.

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

Semoga Allah memberkahi kita di bulan Rajab ini, menguatkan langkah kita di bulan Sya’ban, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Tausiyah
Tausiyah
Tausiyah
Tausiyah
Artikel