Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mesir Bahas Pengelolaan Air Sungai Nil dengan Tanzania

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 19 Juli 2026 - 16:51 WIB

Ahad, 19 Juli 2026 - 16:51 WIB

23 Views ㅤ

Sungai Nil, Mesir (FOTO:nilecruisers)

Kairo, MINA – Mesir membahas penguatan kerja sama pengelolaan air Sungai Nil dengan Tanzania dalam pertemuan bilateral yang juga menyoroti reklamasi lahan pertanian dan peningkatan ketahanan pangan.

Pembahasan tersebut merupakan bagian dari upaya kedua negara mempererat kemitraan di sektor pertanian, sumber daya air, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Afrika.

MENA melaporkan, Ahad (19/7) pertemuan tersebut juga membahas pengembangan irigasi modern, peningkatan produktivitas pertanian, serta peluang investasi pada sektor pangan. Selain itu, kedua negara sepakat memperluas kolaborasi di bidang energi, logistik, dan pembangunan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi Mesir, isu pengelolaan air Sungai Nil memiliki arti strategis karena sungai tersebut menjadi sumber utama air bagi kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan industri. Karena itu, Kairo terus mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan hulu Sungai Nil agar pemanfaatan sumber daya air dapat dilakukan secara adil dan berkelanjutan.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Kerja sama dengan Tanzania juga dipandang sebagai bagian dari penguatan hubungan Mesir dengan negara-negara Afrika Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir aktif memperluas kemitraan di sektor pertanian, perdagangan, dan pembangunan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan serta konektivitas ekonomi di benua Afrika.

Di sisi lain, persoalan pembagian air Sungai Nil masih menjadi perhatian kawasan, terutama setelah pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) oleh Ethiopia yang memicu perbedaan pandangan dengan Mesir mengenai pengelolaan debit air sungai tersebut. Mesir terus menegaskan pentingnya dialog dan kerja sama regional untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan Sungai Nil.

Kedua negara berharap hasil pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui proyek-proyek konkret di bidang pertanian dan pengelolaan sumber daya air. Langkah itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat stabilitas dan kerja sama pembangunan di kawasan Afrika. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Rekomendasi untuk Anda

Asia
Palestina
Afrika
Palestina
Dunia Islam
Internasional