Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasib Selat Hormuz Jadi Taruhan, AS-Iran Saling Tunggu Respons soal Negosiasi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:45 WIB

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:45 WIB

54 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: IRNA)

Roma, MINA – Masa depan stabilitas Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia setelah Amerika Serikat dan Iran menyatakan saling menunggu jawaban terkait proposal negosiasi terbaru yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Jalur laut strategis tersebut selama ini menjadi urat nadi distribusi energi global dan dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. MEMO melaporkan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan Washington berharap Teheran memberikan respons resmi pada Jumat (8/5) terkait pembicaraan yang tengah diupayakan melalui jalur diplomatik.

Pernyataan itu disampaikan Rubio saat melakukan kunjungan ke Roma dan bertemu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rubio juga menyoroti laporan mengenai rencana Iran membentuk badan khusus untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Menurutnya, langkah tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan internasional karena jalur tersebut memiliki peranan vital bagi pasokan energi dunia, terutama untuk kawasan Asia dan Eropa.

Di pihak lain, Iran menyatakan masih mempelajari proposal yang diajukan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menegaskan bahwa dialog hanya dapat berjalan apabila tekanan militer dan sanksi ekonomi terhadap Teheran dihentikan.

Sejumlah pejabat Iran juga menuding kehadiran militer AS di Teluk Persia justru memperbesar risiko konflik di kawasan tersebut.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkat sejak konflik Iran-AS-Israel memanas pada awal 2026. Amerika Serikat memperkuat armada militernya di kawasan, sementara Iran beberapa kali memperingatkan bahwa pihaknya dapat mengambil langkah strategis terhadap jalur pelayaran internasional jika ancaman terhadap negaranya terus berlanjut.

Situasi itu memicu kekhawatiran pasar global terhadap kemungkinan terganggunya distribusi minyak dan gas dunia.

Nasib Selat Hormuz kini sangat bergantung pada keberhasilan negosiasi antara Washington dan Teheran. Jika pembicaraan gagal, eskalasi konflik dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada keamanan Timur Tengah, tetapi juga memicu lonjakan harga energi global dan gangguan ekonomi di berbagai negara yang bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional