Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Ancam Serang Iran Meski Tanpa Restu Amerika Serikat

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:09 WIB

46 Views ㅤ

Benyamin Netanyahu selalu menyulut perang (foto: MEMO)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengancam akan melancarkan serangan militer terhadap Iran meski tanpa persetujuan Amerika Serikat.

Sikap tersebut mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam antara Tel Aviv dan Washington terkait langkah menghadapi program nuklir serta pengaruh regional Teheran.

 Netanyahu menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Israel siap bertindak sendiri apabila menilai Iran kembali meningkatkan ancaman terhadap keamanan negaranya.

Pernyataan itu muncul di tengah upaya Washington mengedepankan jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi baru di Timur Tengah. Media KAN melaporkan, Kamis (6/8).

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Trump lebih memilih menjaga stabilitas kawasan Teluk dan menghindari konflik berskala besar yang berpotensi melibatkan banyak negara.

Pemerintah AS juga dikabarkan terus berkomunikasi dengan sejumlah sekutu di kawasan, termasuk Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya, untuk menekan ketegangan antara Israel dan Iran.

Ancaman Netanyahu disampaikan hanya beberapa pekan setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara menyusul saling serang pada pertengahan tahun ini.

Meski sempat tercapai penghentian sementara aksi militer, situasi keamanan di kawasan masih dinilai rapuh. Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap serangan baru yang menyasar wilayah maupun fasilitas strategisnya.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Perbedaan sikap antara Trump dan Netanyahu menunjukkan bahwa hubungan kedua sekutu tidak selalu berjalan seiring dalam menentukan strategi keamanan regional.

Di satu sisi, Israel menganggap tekanan militer tetap diperlukan untuk membatasi kemampuan Iran, sementara Washington lebih berhati-hati karena khawatir konflik terbuka akan mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk jalur energi di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda