Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan negaranya akan tetap berada di zona penyangga di Lebanon selatan meskipun telah tercapai kesepakatan kerangka antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat.
Menurutnya, keberadaan militer Israel akan dipertahankan selama ancaman dari kelompok Hizbullah masih dianggap belum berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat mengunjungi pasukan Israel yang ditempatkan di wilayah Lebanon selatan, Jumat (3/7). Yedioth Ahronoth melaporkan.
Ia mengatakan pembentukan zona penyangga merupakan bagian dari strategi keamanan Israel untuk mencegah serangan lintas perbatasan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Netanyahu juga mengklaim bahwa kesepakatan yang baru ditandatangani mengakui hak Israel mempertahankan kehadiran militernya hingga Hezbollah benar-benar dilucuti.
Sikap itu memunculkan pertanyaan mengenai implementasi kesepakatan yang ditandatangani di Washington pekan lalu. Dalam kerangka perjanjian tersebut, Israel dan Lebanon sepakat memulai proses bertahap menuju penghentian permusuhan, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.
Namun, Israel menegaskan penarikan itu tidak akan dilakukan sebelum syarat-syarat keamanan menurut versinya terpenuhi.
Di pihak lain, para pejabat Lebanon menilai syarat yang diajukan Israel berpotensi memperpanjang pendudukan de facto di Lebanon selatan.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Sementara itu, Hezbollah menyatakan perjanjian tersebut sebagai bentuk konsesi terhadap kepentingan Israel dan menegaskan akan tetap mempertahankan apa yang mereka sebut sebagai hak untuk melakukan perlawanan selama masih terdapat kehadiran militer Israel di wilayah Lebanon.
Meski kesepakatan diplomatik dipandang sebagai langkah awal menuju stabilitas, pernyataan Netanyahu untuk mempertahankan zona penyangga permanen menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih menghadapi tantangan besar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic