Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakta Pertahanan Makkah Diuji dengan Ketegangan Israel-Turkiye

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:40 WIB

28 Views ㅤ

Pakta Pertahanan Arab Saudi - Turkiye - Pakistan. (Egypt Independent)

Ankara, MINA – Ketegangan antara Turkiye dan Israel meningkat setelah serangan Israel terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah, sementara perhatian tertuju pada sikap Arab Saudi dan Pakistan yang baru saja menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Turkiye.

Serangan Israel pada Selasa (18/8) menyasar pangkalan Abu al-Duhur di wilayah Idlib. Israel menyatakan serangan dilakukan karena khawatir terhadap kemungkinan penguatan kehadiran militer Turki di Suriah. Anadolu melaporkan, Kamis (20/8).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menegaskan negaranya tidak akan menoleransi penguatan posisi militer Turkiye yang dinilai mengancam keamanan Israel.

Turkiye mengecam keras serangan tersebut dan menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah Suriah.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Ankara juga membantah alasan Israel dan menegaskan komitmennya mendukung stabilitas serta pembangunan kembali Suriah. Ketegangan ini mendorong Amerika Serikat berupaya membangun mekanisme deconfliction untuk mencegah bentrokan antara Israel, Turki dan Suriah.

Situasi tersebut mendapat perhatian lebih karena Turkiye, Arab Saudi dan Pakistan baru menandatangani Pakta Pertahanan Makkah di Makkah pada 7 Agustus lalu.

Kesepakatan itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya. Namun, rincian kewajiban pertahanan dalam pakta tersebut belum dipublikasikan secara lengkap.

Meski demikian, belum terdapat pernyataan resmi dari Riyadh maupun Islamabad bahwa keduanya akan mengerahkan kekuatan militer untuk membela Turkiye apabila konflik dengan Israel meningkat.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan sebelumnya menegaskan kesepakatan tersebut tidak ditujukan kepada negara tertentu dan dapat dikembangkan dengan melibatkan negara lain.

Pakta Makkah kini menghadapi ujian geopolitik pertamanya ketika ketegangan Israel-Turkiye meningkat di Suriah. Para pengamat menilai kesepakatan tersebut berpotensi memperkuat daya tawar kolektif ketiga negara, tetapi sejauh ini belum jelas bagaimana mekanisme pertahanan bersama akan diterapkan jika salah satu anggota menghadapi konflik bersenjata. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda