Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Palestina akan Gelar “Piala 1.000 Syuhada”, Diikuti 226 Klub dari Tiga Wilayah

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:07 WIB

21 Views ㅤ

Konferensi pers yang digelar di Joseph Blatter Academy di Al-Bireh. (Foto: Football Palestine)

Ramallah, MINA – Kepala Dewan Tertinggi Pemuda dan Olahraga Palestina mengumumkan peluncuran turnamen “Piala 1.000 Syuhada” untuk mengenang 1.014 atlet Palestina yang gugur selama genosida Israel di Jalur Gaza.

Berbicara dalam konferensi pers yang digelar Senin (10/8) di Akademi Sepak Bola Joseph Blatter di al-Bireh, Tepi Barat yang diduduki, Jibril Rajoub menyatakan turnamen ini akan mengusung nama-nama tokoh olahraga Palestina yang kehilangan nyawa akibat serangan Israel.

Ia menyebutkan bahwa daftar tersebut mencakup atlet Olimpiade, anggota tim nasional, ketua klub dan federasi, wasit, serta pelatih.

Dikutip dari Football Palestine, Rajoub menjelaskan ada 226 klub yang berpartisipasi dalam turnamen ini. 140 klub berbasis di Tepi Barat, 44 klub dari Gaza, sementara kamp-kamp pengungsi di Lebanon mengirimkan 36 klub.

Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 2-6, Tuan Rumah Dibantai

Setiap klub peserta akan menerima dana bantuan kecil dari PFA untuk membayar pelatih, pemain, dan staf pendukung. Rencananya, ketiga juara dari masing-masing divisi akan dipertemukan dalam sebuah laga di masa mendatang.

Pertandingan akan dimulai secara serentak pada tanggal 4 September pukul 18.00 waktu setempat. Laga pembuka turnamen ini mempertemukan Shabab Al-Khaleel melawan Jabal Al-Mukaber, Shabab Rafah melawan Khadamat Rafah, serta Al-Ansar melawan Al-Nahda.

Stadion Faisal Al-Husseini di Yerusalem akan menjadi tuan rumah bagi pertandingan antara Shabab Al-Khaleel dan Jabal Al-Mukaber. Stadion nasional yang baru saja direnovasi ini merupakan satu-satunya lokasi spesifik yang disebutkan dalam konferensi pers tersebut. Belum diketahui secara pasti apakah terdapat lapangan berukuran standar yang memadai untuk menggelar pertandingan di Gaza dan Lebanon.

Rajoub menegaskan inisiatif ini bertujuan untuk mengabadikan kenangan para atlet yang gugur, sekaligus menunjukkan ketangguhan dan keberlanjutan gerakan olahraga Palestina di tengah kondisi sulit.

Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 1-3 pada Babak Pertama, Joao Felix Brace

Sebelumnya, pada awal Juli, Asosiasi Sepak Bola Palestina telah mengumumkan rencananya untuk melanjutkan kembali kegiatan sepak bola, termasuk latihan dan pertandingan, pada pekan pertama bulan September di seluruh wilayah Jalur Gaza, komunitas diaspora, dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem. []
Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda