Nagoya, MINA — Di tengah luka yang belum mengering, Palestina datang ke Nagoya bukan sekadar untuk bertanding untuk merah medali.
Mereka membawa nama sebuah bangsa yang merindukan kemerdekaan, dan membuktikan bahwa selama masih ada langkah, selama itu pula harapan belum padam.
Palestina mengirimkan 108 orang dalam delegasinya ke Asian Games ke-20 di Nagoya, Jepang. Dari jumlah itu, 67 orang adalah atlet yang akan berlaga di 19 cabang olahraga. Angka ini tentu bukan sekadar statistic, tapi adalah wajah dari keteguhan sebuah bangsa yang menolak menyerah.
Ketua palestina/">Komite Olimpiade Palestina, Jibril Rajoub, dalam upacara pelepasan kontingen, menyampaikan pesan yang menggugah, “Di saat rakyat Palestina menghadapi perang di tingkat geografis, demografis, dan politik, anggota delegasi ini memikul tanggung jawab nasional yang melampaui kompetisi olahraga. Mereka adalah duta Palestina di panggung besar Asia.”
Baca Juga: Megawati Hangestri Tampil Buruk, IBK Altos Tekuk Hyundai Hillstate 3-0
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Palestina di Asian Games bukan sekadar soal menang atau kalah.
“Di bawah kondisi, tantangan, dan tekanan yang dipaksakan pada rakyat Palestina, bisa berpartisipasi saja sudah merupakan sebuah pencapaian,” ujarnya.
Cabang Olahraga yang Diikuti Palestina
Palestina tidak hadir sekadar sebagai pelengkap. Di beberapa cabang, mereka menunjukkan potensi yang serius. Di antaranya adalah cabang bisbol.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 2-6, Tuan Rumah Dibantai
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Palestina lolos ke turnamen bisbol Asian Games. Tim ini menempati peringkat kelima di Asia dan tergabung di Grup A bersama Jepang, China, dan Filipina.
Tentu ini adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi negara yang baru beberapa tahun terakhir membangun tradisi bisbolnya.
Cabang olahraga (cabor) berikutnya dalah Modern Pentathlon, sebuah olahraga Olimpiade yang terdiri dari lima disiplin yang berbeda (anggar, renang gaya bebas, berkuda palang rintang, menembak, dan lari lintas alam).
Dua bersaudara, Abdullah Abu Shabab dan Omar Abu Shabab, menjadi pionir Palestina di cabang modern pentathlon. Mereka berdua menjalani pemusatan latihan intensif di Mesir selama empat bulan. Omar berhasil menembus semifinal dan menempati peringkat 12, sebuah rekor nasional baru. Hasil ini mengangkat peringkat tim nasional Palestina di Asia dari posisi 11 ke peringkat 8, membuka jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 1-3 pada Babak Pertama, Joao Felix Brace
Triatlon alias tiga olahraga dalam satu perlombaan (renang, bersepeda, dan lari), juga diikuti oleh atlet Palestina.
Abdulrahman Tantash (23 tahun), meninggalkan Gaza enam bulan setelah perang dimulai. Ia mengungsi ke Qatar, tetapi tidak pernah berhenti berlatih.
Kini ia berada di peringkat 11 Asia di cabang triatlon. Setiap kayuhan sepeda, setiap langkah larinya, adalah persembahan untuk tanah yang ia tinggalkan.
Ada juga tinju. Di kelas 70 kg putra, Mohammed Issa bertanding untuk meraih kemenangan.
Baca Juga: Megawati Hangestri Tanding Selasa Besok, GS Caltex dan Pink Spider Menang di Laga Pertama
Sambutan Hangat dari Jepang
Duta Besar Jepang untuk Palestina, Katsuhiko Araki, hadir langsung dalam upacara pelepasan kontingen. Ia menyatakan bahwa keikutsertaan Palestina di Asian Games membantu memperkuat jembatan persahabatan dan pertukaran antara kedua negara.
Lebih dari Sekadar Medali
Palestina mungkin belum masuk dalam jajaran peraih medali emas. Tetapi mereka sudah memenangkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu pengakuan atas eksistensi, martabat, dan hak untuk bermimpi.
Baca Juga: Liverpool vs Arsenal: The Gunners Menang Bersejarah di Anfield dan Kokoh di Puncak
Mereka datang dari Gaza yang hancur, dari Tepi Barat yang terus diserang, dari pengungsian yang tak berujung. Mereka membawa nama sebuah bangsa yang selama puluhan tahun berjuang untuk merdeka.
Dan di Nagoya, mereka berlari, memukul, berenang, dan berjuang, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk setiap anak Palestina yang masih bermimpi tentang kebebasan.
Soal medali boleh diraih ataui belum, tetapi kehadiran mereka adalah kemenangan yang tak terbantahkan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic