Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangeran Yordania Peringatkan Pencegahan Shalat di Al-Aqsa Sinyal Berbahaya Bagi Kawasan

Hasanatun Aliyah Editor : Sri Astuti - Senin, 16 Maret 2026 - 23:26 WIB

Senin, 16 Maret 2026 - 23:26 WIB

38 Views

Puluhan pemuda Muslim Palestina melaksanakan Shalat di gerbang Masjid Al-Aqsa (foto: Palinfo)
Puluhan pemuda Muslim Palestina melaksanakan Shalat di gerbang Masjid Al-Aqsa (foto: Palinfo)

Amman, MINA – Pangeran Hassan bin Talal dari Yordania memperingatkan, pencegahan shalat di Masjid Al-Aqsa merupakan sinyal berbahaya bagi kawasan Tumur Tengah, demikian pernyataannya dalam wawancara dengan stasiun radio Yordania Hayat FM pada Ahad (15/3).

Berbicara dalam program penggalangan dana Asosiasi Bantuan Medis untuk Palestina, Pangeran Hassan mengatakan kawasan mengalami transformasi cepat yang memerlukan penilaian ulang terhadap posisi-posisi politik.

Mantan Putra Mahkota Yordania ini mengungkap munculnya suara-suara Teluk yang menyerukan pemisahan konflik Arab-Israel dari konfrontasi yang lebih luas melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran, meskipun ia tidak menyebutkan negara-negara tertentu.

Pangeran Hassan menyebut kawasan Syam sebagai “tempat lahirnya tragedi,” seraya menekankan bahwa dimensi kemanusiaan dari isu Palestina sering kali kurang mendapat perhatian meskipun ada perkembangan hukum terkini di tingkat internasional.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Ia menunjuk pada peran Mahkamah Internasional (ICJ), dengan mengatakan putusan-putusannya telah memperkuat posisi Palestina dalam hukum internasional dan menegaskan perlunya mempertahankan aspek kemanusiaan dari konflik dalam setiap pendekatan politik atau hukum.

Pangeran juga memperingatkan, perluasan permukiman Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza dan Tepi Barat memerlukan perhatian serius, dengan alasan bahwa menangani pertanyaan Palestina saat ini terkait erat dengan menjaga identitas bersama Arab dan Islam di kawasan.

Mengabaikan dimensi ini, katanya, dapat mengancam stabilitas regional dan masa depan Timur Tengah.[]

 

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda