Teheran, MINA – Ketua Parlemen Iran mengatakan pada Ahad (1/2), angkatan bersenjata negara-negara Eropa dianggap sebagai organisasi teroris di bawah hukum Iran.
Ia memperingatkan, Uni Eropa akan menanggung konsekuensi dari tindakannya terhadap Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC).
Dalam pidato di sidang parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan, berdasarkan Pasal 7 UU tentang Penanggulangan Penetapan Korps Pengawal Revolusi Islam sebagai Organisasi Teroris, angkatan bersenjata negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris.
Ia menambahkan, konsekuensi dari tindakan ini akan menjadi tanggung jawab Uni Eropa.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sementara itu, anggota parlemen Iran mengenakan seragam IRGC selama sidang parlemen sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai tindakan permusuhan UE yang menetapkan IRGC sebagai kelompok teror.
Ghalibaf mengkritik apa yang digambarkannya sebagai langkah tidak bertanggung jawab UE untuk mencap IRGC sebagai organisasi teroris, dengan mengatakan keputusan itu diambil sesuai dengan arahan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin rezim Zionis.
Ia mengatakan langkah tersebut telah mempercepat peminggiran Eropa dalam tatanan global masa depan.
Ketua parlemen menekankan, pendukung Zionisme sedang berupaya melakukan perang psikologis lewat media yang bertujuan mengintimidasi rakyat Iran dan negara-negara merdeka, seraya menegaskan bahwa rakyat Iran menganggap Korps Pengawal Revolusi Islam sebagai bagian dari diri mereka sendiri.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Ghalibaf mengatakan IRGC telah memainkan peran kunci dalam menjamin keamanan nasional dan telah berdiri di samping rakyat Iran selama krisis, termasuk bencana alam seperti banjir dan gempa bumi, pandemi COVID-19, upaya rekonstruksi, dan pengentasan kemiskinan.
Pernyataan ini muncul setelah menteri luar negeri UE mencapai kesepakatan politik untuk menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, sebuah langkah yang diumumkan oleh kepala kebijakan luar negeri UE Kaja Kallas, yang mengatakan keputusan itu diambil sebagai tanggapan atas apa yang digambarkannya sebagai represi oleh otoritas Iran.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic