Tel Aviv, MINA – Mansour Abbas, Pemimpin Partai Arab Bersatu (Ra’am), mengatakan pada Rabu (28/10) dini hari bahwa ia berharap partainya dan blok oposisi Israel dapat bersama-sama mengamankan 61 kursi yang diperlukan untuk mencapai mayoritas parlemen guna menggantikan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
“Saya berharap kita dapat mengubah pemerintahan ini dan jumlah kursinya mencapai 61, yakni gabungan antara blok oposisi dan Ra’am,” ujar Abbas kepada Channel 12 Israel, seperti dikutip Anadolu.
“Dengan jumlah kursi yang kita miliki saat ini, tidak ada pemerintahan yang terbentuk,” katanya.
Abbas menuturkan bahwa tingginya tingkat partisipasi pemilih Arab mencerminkan keputusasaan dan frustrasi yang kini telah berubah menjadi harapan.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Saat ditanya mengenai penolakan pemimpin partai oposisi Naftali Bennett dan Avigdor Lieberman untuk bekerja sama dengan partainya, Abbas mengatakan masalah tersebut akan dibahas setelah pemilihan umum selesai.
Para pendukung Joint List (Daftar Bersama) merayakan hasil tersebut di kantor pusat mereka di Nazareth, sambil meneriakkan slogan-slogan yang mengejek Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Pemimpin Joint List, Yousef Jabareen, menyatakan bahwa proyeksi menunjukkan mereka telah mencapai tujuan untuk membangun kekuatan politik yang mampu membawa perubahan.
Channel 12 melaporkan tingkat partisipasi pemilih Arab mencapai 80%. Survei exit poll mereka memproyeksikan perolehan total 18 kursi bagi partai-partai Arab di Knesset yang beranggotakan 120 kursi, sementara blok yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot (pemimpin partai Yashar) diperkirakan meraih 52 kursi, dan blok Netanyahu mendapatkan 50 kursi.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Tidak satu pun dari blok-blok tersebut diproyeksikan mampu mengamankan mayoritas parlemen.
Komite Pemilihan Umum Pusat menyatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih secara keseluruhan mencapai 77,7%—angka tertinggi sejak 1999 dan meningkat 7,1 poin persentase dibandingkan pemilihan umum tahun 2022.
Penghitungan suara dimulai setelah tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat (20.00 GMT) hari Selasa.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic