Teheran, MINA – Tentara nasional Iran merespons rencana ambisius Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan invasi darat ke wilayah Republik Islam dengan narasi perlawanan yang sangat keras melalui tajuk utama “Welcome to Hell” (Selamat Datang di Neraka).
Judul besar tersebut menghiasi berbagai halaman depan surat kabar dan portal berita di Teheran, sebagai simbol kesiapan mental dan militer bangsa tersebut dalam menghadapi potensi konfrontasi fisik secara langsung. Press TV melaporkan, Senin (30/3).
Pesan provokatif namun penuh keyakinan ini mencerminkan sikap resmi militer Iran yang mengklaim telah menyiapkan ribuan bunker pertahanan dan unit-unit gerilya di sepanjang perbatasan strategis.
Pihak media setempat menekankan bahwa geografi Iran yang bergunung-gunung akan menjadi kuburan massal bagi kendaraan lapis baja dan infanteri asing jika mereka berani melintasi garis kedaulatan.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Tantangan terbuka ini bertujuan untuk meruntuhkan moral pasukan lawan sekaligus membakar semangat persatuan rakyat Iran di tengah ancaman agresi yang kian nyata.
Publikasi tersebut juga menyoroti kegagalan historis operasi militer darat AS di kawasan Timur Tengah pada dekade-dekade sebelumnya sebagai peringatan bagi Washington.
Media Iran berargumen bahwa teknologi militer Barat tidak akan mampu menandingi determinasi pasukan lokal yang bertempur demi ideologi dan tanah air. Mereka memprediksi bahwa langkah Gedung Putih untuk mengirimkan serdadu ke medan laga hanya akan mempercepat keruntuhan ekonomi dan pengaruh politik AS di panggung internasional akibat biaya perang yang tak terkendali.
Iran juga telah menyiagakan ribuan rudal balistik jarak pendek dan menengah yang terintegrasi dengan pertahanan darat mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun jengkal tanah yang aman bagi pasukan agresor sejak menit pertama invasi dimulai.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sentimen anti-imperialis yang digelorakan melalui pemberitaan ini bertujuan untuk menggalang dukungan dari dunia Islam secara luas agar menentang campur tangan asing yang destruktif.
Bagi Teheran, ancaman invasi darat bukan lagi sekadar retorika diplomatik, melainkan tantangan fisik yang akan dijawab dengan mobilisasi kekuatan penuh di seluruh lini pertahanan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic