Al-Quds, MINA – Pasukan penjajah Israel melakukan 26 kali penodaan di kompleks Masjid Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki sepanjang bulan Juni.
Selain itu menurut laporan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina pada Ahad (5/7), Israel juga mencegah azan di Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat, sebanyak 84 kali.
Menurut laporan itu, sebanyak 4.212 pemukim Israel memasuki kompleks Aqsa melalui Gerbang Mughrabi dalam kunjungan pagi dan sore di bawah perlindungan polisi Israel.
Kementerian menyebutkan bahwa kelompok-kelompok “Temple Mount” terus menyerukan intensifikasi serbuan ke kompleks dan penerapan realitas baru di dalam masjid.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Laporan tersebut juga mendokumentasikan para pemukim yang melakukan ritual Talmud di dalam kompleks, termasuk “sujud epik,” sujud kolektif, dan doa kelompok terbuka, serta doa untuk tentara Israel di depan Kubah Batu.
Disebutkan pula bahwa Rabi Elisha Wolfson, kepala sekolah agama Yeshivat Har HaBayit, tercatat beberapa kali masuk ke kompleks bersama pemukim dan melakukan ritual Talmud.
Kementerian juga melaporkan bahwa pasukan Israel memperketat pembatasan terhadap jamaah Muslim Palestina, terutama pad Jumat, dengan memasuki area sekitar Mushala Qibli dan Kubah Batu saat khutbah dan shalat berlangsung, serta memperketat pemeriksaan di pintu-pintu gerbang masjid.
Sementara itu, di Masjid Ibrahimi di Hebron, kementerian mencatat 950 tentara Israel memasuki situs tersebut pada bulan Juni dan azan dicegah sebanyak 84 kali.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Otoritas penjajah Israel juga terus menutup gerbang timur masjid, menutupi jendelanya dengan terpal sejak awal 2025, menutup Gerbang Nomor 7 untuk pegawai Wakaf, serta memberlakukan pembatasan terhadap jemaah dan staf.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic